Pesawat Lion Air Kualanamu-Padang Delay, Penumpang Berang






JawaPos.com – Pesawat Lion Air rute Kualanamu (Deliserdang)  menuju Padang tertunda keberangkatannya, Kamis (1/11). Keterlambatan keberangkatan tertunda sejak pukul 13.00 WIB.





Ada sekitar 128 penumpang yang kecewa dengan tertundanya penerbangan itu. Salah satunya adalah David Herman.







Dia betul-betul marah kepada maskapai yang salah satu pesawatnya baru saa mengalami kecelakaan di perairan Karawang tersebut. Dia marah, karena sekira delapan jam delay, pihak maskapai tidak memberikan klasifikasi.





“Jadwal penerbangan Pukul 13.00 WIB, penerbangan menuju Padang delay sampai pukul 16.00 WIB. Sampai sekarang belum berangkat dan juga terbang,” ujarnya Kamis (1/11) malam.





Pesawat bernomor penerbangan JT 0131 itu delay karena belum tiba di Kualanamu. Pesawat itu harusnya sudah tiba dari Bandara Minangkabau, Kota Padang.





“Itu alasan tadi siang. Sekarang alasanya, adalah operasional dari Padang dan banyak alasan,” Ujarnya.






Harusnya pesawat itu delay terakhir pukul 20.30 WIB. Namun hingga pukul 21.00 WIB belum juga ada kepastian.






David akan ke Padang untuk transit sebelum dia bertolak ke Bengkulu. Akibatnya penerbangannya ke Bengkulu juga dibatalkan.





Saat ini, David bersama ratusan penumpang meminta kejelasan dari pihak Lion Air. Namun, saat ini belum kejelasan yang pasti yang disampaikan pihak Lion Air.





“Kalau ada pesawatnya, kenapa tidak berangkat. Kalau tidak ada kenapa tidak dijelasi juga. Sudah memberikan kompensasi berupa makanan untuk delay jam pertama. kemudian ada kompensasi delay kedua pengembalian uang Rp 300 ribu. Sekarang kami meminta kepastian lah. Masalah itu, maskapai tidak memberikan keterangan secara rinci,” tandasnya.





Sebelumnya diberitakan, pesawat Lion Air JT 0131 itu terlambat terbang dari Padang menuju Kualanamu, Kamis (1/11). Penumpang dari Padang juga mengalami penundaan penerbangan.





Harusnya, pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Minangkabau sekira pukul 10.40 WIB. Namun, hingga pukul 19.00 WIB penumpang masih harus menunggu jadwal penerbangan.





Executive GM PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Dwi Ananda Wicaksana menjelaskan, pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT130 memang mengalami penundaan berjam-jam lamanya karena masalah mesin. Pihak maskapai menyebutnya dengan istilah Technical Engine Vibrate atau munculnya getaran tak wajar dari mesin pesawat.





Menurut Dwi, kejelasan dari pihak maskapai memang diperlukan dalam situasi seperti ini. Sebab bagi penumpang adalah kepastian keberangkatan. “Sebetulnya penumpang butuh kepastian itu,” tandasnya.





(pra/JPC)