Pesawat Lion Air Jatuh, Pemain Arema Ketar Ketir

MALANG KOTA – Pesawat Lion Air JT610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat Senin (29/10/2018) pagi ternyata mempengaruhi mental pemain klub sepak bola asal Malang, Arema FC ketar-ketir.

Bagaimana tidak, klub sepak bola yang berlaga di Liga 1 Indonesia memang mayoritas menggunakan pesawat terbang dalam setahun penuh untuk mengarungi kompetisi. Di mana salah satunya adalah Singo Edan.

“Memang tidak bisa dipungkiri, pasti kejadian itu (kecelakaan pesawat Lion Air) sedikit banyak mempengaruhi mental para pemain,” terang Pelatih Arema FC Milan Petrovic .

Sebab, Arema kerap kali melakukan perjalanan udara untuk mempersingkat waktu ketika menghadapi laga tandang.

“Indonesia begitu luas dan kami banyak menghabiskan waktu di udara. Bahkan saya selama sekitar 8 bulan di sini, tetapi sudah melakukan 48 kali penerbangan. Kalau di negara saya hal seperti ini tidak normal,” terang pria kelahiran Serbia yang kini berkewarganegaraan Slovenia itu.



Tak hanya itu, karena buntut disanksinya Arema oleh Komdis PSSI untuk menggelar laga tanpa penonton, manajemen Arema juga melakukan penghematan di bidang transportasi dan akomodasi.

Berdasar informasi yang diterima oleh radarmalang.id, dalam beberapa laga tandang terakhir, Singo Edan melakukan penghematan di sektor transportasi di mana sebelumnya menggunakan Citilink namun beralih ke Lion Air.

Namun Arema bisa dikatakan beruntung, tiga laga tandang terakhir Arema sama sekali tidak memggunakan moda pesawat terbang.

Sebab, Arema hanya menyisakan tiga laga tandang lagi yakni PSIS Semarang (4/11/2018) di Magelang, Persela Lamongan (16/11/2018) di Lamongan, dan PS TIRA (2/12/2018) di Bantul. Di mana tiga laga itu cukup menggunakan kereta atau bus.

Pewarta : Gigih Mazda
Foto : JPNN
Penyunting : Shuvia Rahma