Pesan Menkeu Ke Profesional Agar Perekonomian Syariah Terus Berkembang

JawaPos.com – Pemerintah terus mendorong perkembangan perekonomian syariah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, terdapat lima isu struktural yang harus diatasi oleh perekonomian syariah. Hal itu untuk dapat menentukan program kerja Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI).

“Tantangan ekonomi Islam identik dengan pembanguan ekonomi Indonesia karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Hal itu berarti kita harus mampu menciptakan perbaikan seluruh Indonesia,” ujarnya di Ditjen Pajak Jakarta, Jumat (13/12).

Sri Mulyani menjabarkan, kelima isu tersebut diantaranya, pertama Sumber Daya Manusia (SDM). Para profesional ekonomi syariah harus mempunyai akhlak yang baik, jujur memiliki integritas dan keberpihakan pada kelompok yang lemah.

“Kita memahami tujuan ekonomi Islam membangun prinsip-prinsip keadilan melalui tata kelola yang baik dimana kejujuran integritas kompetensi disertai keberpihakan kelompok yang lemah ciri utama ekonomi Islam,” tututnya.

Selanjutnya, ekonomi syariah harus didukung oleh Infrastuktur yang memadai. Menurutnya, ekonomi digital dapat memperkuat implementasi pengembangan ekonomi syariah dengan perubahan nilai secara secara efektif.

Lalu, regulasi yang dibuat sederhana. Serta, birokrasi efisien yang melayani masyarakat. Sebab, IAEI perlu terus melakukan pergerakan dan mengembangkan aspek tata kelola dan profesional.

Terakhir, transformasi ekonomi dalam prinsip syariah. Pengembangan ekonomi syariah perlu dikembangkan  integrasi dan kompetensi harus bersifat harmonis sesuai program pemerintah.

Sri Mulyani mengungkapkan, kepengurusan IAEI  periode 2019 hingga 2023 terdiri dari 59 anggota dewan penasihat, 29 dewan pertimbangan, 232 badan pengurus harian dan, 6 koordinator wilayah.

Sri Mulyani menekankan, perhatian terhadap ekonomi Islam harus ditularkan pada seluruh stakeholder sehingga dapat memberikan sumbangsih keislaman dan kebangsaan. “Kelima (isu) itu menjadi bagian dari isu seluruh IAEI pikirkan dalam menentukan proker 4 tahun kedepan,” tutupnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin