Pesan Anti Kekerasan di HUT IGTKI

KEPANJEN – Sebanyak 21.294 orang yang terdiri dari gabungan guru, wali murid, dan pelajar taman kanak-kanak (TK) kemarin (21/8) tumpah ruah di Stadion Kanjuruhan. Dengan kompak mereka ikut memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Diawali dengan apel yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan senam masal Kreasi Anak Indonesia dan Meraih Bintang.

Sebagai bahan evaluasi, Didik menuturkan bila tingginya angka kekerasan pada anak tetap perlu menjadi catatan khusus. ”Mendidik anak itu harus dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan,” tegas dia.

Terlebih di usia taman kanak-kanak, mantan Inspektur Kabupaten Malang itu menuturkan bahwa pengalaman buruk atau trauma yang didapat anak-anak di usia dini akan sulit disembuhkan. Juga berpotensi memengaruhi mental mereka di masa yang akan datang.

Imbauan itu turut dia sampaikan pada seluruh wali murid yang hadir. ”Di rumah pun anak-anak seusia mereka ini harus didampingi penuh karena nantinya mereka yang akan menjadi generasi penerus bangsa,” katanya. Hal senada juga disampaikan Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Malang Handarijanti.



Dia mengatakan bila belakangan ini modernisasi teknologi menjadi tantangan terbesar bagi mereka. ”Jangan bosan untuk terus belajar dan terus meningkatkan kualitas diri supaya bisa mengimbangi perkembangan dan kemajuan teknologi supaya tetap bijaksana dalam mengawal perkembangan anak-anak,” kata dia.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya