Perwali Satu Arah Resmi Dicabut, Jalur Lingkar UB Kembali Dua Arah

Jalur Lingkar UB Kembali Dua Arah,

MALANG KOTA – Sejak 2013 lalu, jalur lalu lintas di kawasan lingkar Universitas Brawijaya (Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan MT Haryono, Jalan Gajayana, dan Jalan Bogor) sebenarnya untuk satu arah. Ini berdasar Peraturan Wali Kota Malang (Perwali) No 35 Tahun 2013. Namun, sejak terbitnya perwali tersebut, muncul gejolak di masyarakat sekitar lingkar UB. Mereka menolak jalur satu arah karena dinilai merugikan warga. Khususnya warga Betek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Gara-gara ada gejolak itu, perwali pun seperti tak bertaring. Masyarakat pengguna jalan menggunakan jalur lingkar UB itu tetap dua jalur. Padahal, markah jalan masih menunjukkan jalur satu arah. Nah, karena kuatnya penolakan dari warga, Perwali No 35 Tahun 2013 tersebut akhirnya resmi dicabut bulan ini oleh Wali Kota Malang Moch. Anton. Artinya, sejak pencabutan tersebut, jalur lingkar UB resmi kembali menjadi dua arah. Selama satu pekan ini, Dinas Perhubungan Kota Malang mengecat markah jalan sebagai tanda jalur dua arah.

Kepala Dishub Kota Malang Kusnadi membenarkan sudah dicabutnya perwali mengenai jalur satu arah dan keluar perwali baru jalur dua arah. ”Sudah ada di bagian hukum, saya belum mengambilnya, satu bulan yang lalu dicabut,” kata Kusnadi kemarin.

Kusnadi menceritakan, polemik ini sudah diupayakan penyelesaiannya di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Malang. Kemudian agar memihak kepada warga sehingga perwali ini resmi dicabut.

”Setelah perwali dicabut, kami mengecat markah dua arah satu minggu ini,” imbuh mantan kadisnaker Kota Malang tersebut.

Pihaknya juga sudah koordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) serta DPRD Kota Malang terkait pencabutan perwali tersebut. Komunikasi juga dengan kelurahan dan kecamatan untuk memberikan informasi kepada warga jika jalur lingkar UB sudah dua arah lagi.

”Harapan kami dengan perwali dua arah tidak ada keluhan dari warga,” kata dia.

Untuk rambu-rambu dua arah, pihaknya masih menganggarkan tahun 2018. ”Kami masih menganggarkan untuk rambu, yang utama markah sudah dicat,” tegas dia.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Malang Tabrani mengakui sudah mengeluarkan perwali baru soal jalur dua arah. ”Ya, sudah ada perwali pengganti Nomor 35 Tahun 2013,” tandas Tabrani.

Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Malang Bambang Sumarto menyatakan, pencabutan perwali jalur satu arah itu mengakhiri polemik warga dengan pemkot. Sebab, sejak awal warga tidak menginginkan jalur satu arah di lingkar UB. ”Saat ini sudah jalur dua arah, tapi masih terlihat markah satu arahnya. Itu bisa membingungkan para pengendara,” kata Bambang.

”Kami sudah komunikasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang,” sambungnya.

Pihaknya menegaskan tidak ingin terulang lagi kebijakan yang merugikan warga. Jadi, peraturan yang sudah disahkan, seperti Perwali No 35 Tahun 2013 itu sia-sia atau mubazir.

”Kami akan terus awasi agar tidak terulang lagi, buang-buang tenaga dan waktu dengan kebijakan yang merugikan warga,” tegas politikus Partai Golkar tersebut.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Falahi Mubarok