Perumahan MBR Makin Mendapat Tempat

KABUPATEN – Ribuan warga tumplek bleg di area Pesarean Gunung Kawi, Selasa kemarin (11/9). Mereka menyaksikan gelaran ritual Suroan. Berbagai acara dilakukan warga untuk merayakan 1 Muharam tersebut. Mulai dari kirab anak-anak, pawai budaya, maupun arak-arakan ogoh-ogoh.

Rangkaian perayaan 1 Suro di Gunung Kawi sendiri telah dimulai sejak Senin malam (10/9). Dibuka dengan pagelaran wayang, rangkaian ritual peringatan Tahun Baru Islam tersebut diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Ada yang sengaja datang untuk tirakat dan berdoa, ada juga yang sekadar ingin menyaksikan euforia pesta adat yang telah digelar sejak 16 tahun belakangan tersebut.

Kemarin siang, agenda dimulai dengan pelepasan arak-arakan pawai oleh Bupati Malang Rendra Kresna. Tak kurang dari 3.000 orang berpartisipasi dalam pawai tersebut. Mereka adalah 15 kontingen yang berasal dari Kecamatan Wonosari maupun beberapa daerah di sekitarnya, seperti Ngajum, Kepanjen, dan bahkan ada juga rombongan yang berasal dari Blitar.

Berbagai penampilan mereka pamerkan, mulai tari-tarian, kostum kreatif, jolen (hasil bumi), dan yang paling mencuri perhatian yakni arak-arakan ogoh-ogoh. Bentuknya beraneka ragam, seperti buto atau raksasa, garuda bertubuh singa, harimau, dan berbagai bentuk lainnya. Ukurannya pun beragam, mulai dari 1 meter hingga 3 meter.


Kepala Desa Wonosari Kuswanto menuturkan, jolen sendiri dibuat sebagai wujud rasa syukur masyarakat Wonosari atas berkah dan rezeki yang telah mereka terima selama setahun belakangan ini. Oleh warga sekitar, jolen menjadi rebutan. Sebab, dianggap telah mendapatkan berkah dari doa para pemuka adat maupun agama. ”Untuk ogoh-ogoh nanti akan dibakar usai rangkaian-rangkaian acara selesai,” ujar Kuswanto.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh dibakar sebagai simbol dihanguskannya sifat-sifat angkara murka. Dengan demikian, masyarakat akan memulai tahun baru dengan jiwa yang bersih.

Dari lapangan bawah Gunung Kawi, rombongan pawai termasuk patung ogoh-ogoh diarak menuju aula Amphiteater.  Teriknya matahari di langit Wonosari tidak menjadi alasan bagi para wisatawan untuk beranjak dari tribun Amphiteater dengan kapasitas ribuan orang tersebut. Atraksi-atraksi yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.

Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan, Gebyar Ritual 1 Suro 2018 ini merupakan salah satu bagian dari event tahunan resmi Pemerintah Kabupaten Malang. ”Bukan hanya masyarakat dalam negeri saja yang mengenal tradisi Suroan di Gunung Kawi ini, melainkan juga sampai ke luar negeri,” kata Rendra.

Politikus Partai Nasdem ini menyebut Gunung Kawi sebagai paket wisata yang lengkap. ”Mulai dari religi, adat istiadat, alam, maupun budaya, semua ada, dan semua memiliki daya tarik yang luar biasa,” beber Rendra.

Karena potensi ini, dalam waktu dekat penetapan kawasan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Bromo Tengger Semeru (BTS) juga akan segera diteken.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Malang sebelumnya bahwa ada dua lokasi Kabupaten Malang yang akan ditempati oleh BOP BTS. Keduanya yakni Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, dan Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. ”Kawasan intinya nanti akan ada di sini (Wonosari). Oleh sebab itu, pemkab juga harus bersiap, terutama dari aspek infrastruktur,” tegas Rendra.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Abdul Muntholib
Fotografer: Falahi Mubarok