Pertumbuhan Ekonomi Dikatakan Sulit Capai 5,2 Persen, BI: Cukup Berat

JawaPos.com – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia akan sulit untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,2 persen. Ia berkata hingga akhir tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,04 persen.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti berkata bahwa hal ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang sedang tidak bagus. Apalagi, ekspor Indonesia yang juga ikut turun turut mempengaruhi hal tersebut.

“Ya kita melihat kondisi global kan berat sekali ya, jadi memang kondisi 2019 ini tahun yang cukup berat untuk kita di Indonesia, di satu sisi globalnya lagi tidak kondusif, lalu kita tau bahwa market utama kita untuk produk ekspor kita kan juga lagi turun ya,” ungkapnya di Menara Sjafruddin Prawiranegara, Jakarta, Senin (2/12).

Ia berkata, bukan hanya Indonesia saja yang mengalami hal itu, Tiongkok saja diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 6,2 persen atau turun 0,2 persen. Selain itu, juga ada India yang diperkirakan hanya akan berada di sekitar level 5 persen, di mana sebelumnya negara tersebut pernah menyentuh angka 8,2 persen pada kuartal kedua 2018 lalu.

“Kita kan ekspor batubara besar ke India, Eropa juga sama, jadi dari sisi eksternal kita menghadapi tekanan yang cukup tinggi,” katanya.

Namun, ia berpendapat, proyek bio diesel 20 (B20) yang telah diimplementasikan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini. Sebab, dengan hal tersebut, impor yang dilakukan untuk bahan bakar minyak, khususnya solar semakin berkurang.

“Jadi kita lihat impor minyak dan gas itu turunnya signifikan, jadi udah ada pengaruh dan mengurangi defisit di neraca perdagangan kita yang akhirnya mempengaruhi neraca transaksi berjalan,” tuturnya.

Faktor lainnya adalah investasi, akibat adanya pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada 17 April lalu membuat para investor menunda melakukan investasi. “Mestinya saat ini sudah normal, kita lihat ekonomi domestik kita itu masih tumbuh tinggal sekarang optimisme bagi para pelaku bisnis untuk bisa mulai investasi,” tutupnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Saifan Zaking