Pertumbuhan dan perkembangan Anak di Setiap Usia

’’Ada keinginan untuk menyentuh atau memegang benda-benda yang ditemuinya. Mereka juga mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran tertentu melalui gerakan dan interaksi fisiknya dengan lingkungan,’’ papar perempuan yang akrab disapa Nana tersebut.

Stimulasi yang diberikan pada masa ini lebih mengarah pada stimulus yang bersifat fisik. Tujuannya untuk mengoptimalkan perkembangan panca indera dan koordinasi motorik yang dimiliki oleh anak.

Baru pada usia 2-3 tahun, dimulai masa eksplorasi rangsang indrawi seperti visual, taktil, auditori, motorik kasar, dan motorik halus. Kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi untuk menstimulasi perkembangan keseimbangan dan koordinasi fisik motorik untuk menunjang perkembangan kognitif anak.

’’Stimulasi yang bisa dilakukan untuk aspek kognitif lewat aktivitas-aktivitas tertentu, seperti menyebutkan nama, bisa mengenali jenis kelaminnya, merespons pertanyaan ”ya” atau ”tidak”, dapat memahami perintah sederhana,’’ imbuhnya.

Stimulasi aspek sosial bisa dilakukan dengan aktivitas seperti mampu menatap wajah orang tua selama kurang lebih 2-3 menit saat diajak berinteraksi, dapat bertepuk tangan, bisa menampilkan bermacam-macam emosi, menunjukkan rasa sayang kepada orang lain. (*)


(ina/ce1/JPC)