Pertemuan di Moskow, Aher dan Neneng Sarapan Bareng Bahas Meikarta

JawaPos.com – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bereaksi dalam kasus suap perizinan Meikarta Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/3) kemarin. Dalam persidangan itu menguak perihal pertemuan pria yang akrab disapa Aher dengan Neneng di Moskow.

Dalam kesaksiannya, Aher ditanya seputar pertemuan dengan Bupati Bekasi di Rusia Moskow akhir tahun 2017. “Pertemuan Moskow saya tegaskan bukan direncanakan, dan itu secara kedinasan namun berbeda,” jelas Aher seperti dikutip Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).

Kedatangannya ke Moskow Rusia, dalam rangka delegasi Jabar, di Rusia untuk ikut serta dalam kegiatan Kemendag RI. “Saya hadir diundang sebagai Gubernur Jabar, dan ketemu Bu Neneng sebagai Bupati Bekasi, dan itu delegasi tersendiri,” jelasnya.

Artinya,undangan terpisah. “Diundang tersendiri,sebagai perwakilan kabupaten Bekasi,” tuturnya.



Pas hotel, Aher menambahkan bahwa satu hotel dengan Neneng. “Ternyata satu hotel, pas sarapan makan bertemu, kita ngobrol soal Meikarta. Diantaranya apa perlu ada rekomendasi atau tidak, itu mengalir saja karena tuntutan perda, Jawaban saya, tunggu kajian dengan para pihak saat ini,” ungkap dia.

Aher juga menegaskan, dalam proses perizinan Meikarta, mana yang jadi prioritas Pemprov atau Pemkab sudah ada tugasnya masing-masing. “Kalau memang ada tugas dan porsinya provinsi kita selesaikan,” paparnya.

Selain menanggapi soal pertemuan dengan Neneng, Aher juga menjelaskan soal laporan dari Kadis PUPR Jabar, Guntoro. “Saya diakhir masa jabatan gubernur diberi laporan oleh kadis PUPR Jabar pak Guntoro. Ada laporan dari Guntoro namun normatif,” jelasnya.

Diakui Aher, memang Kadis PUPR Jabar menjelaskan tentang RDTR. “Memang ada ngobrol itu, tapi sampai akhir saya ga tau apa yang terjadi. Yang pasti saya TTD sesuai sk gubernur dalam rangka sk luas Meikarta 84,6 hektar, untuk rekomendasi yang administrasinya dikeluarkan melalui kepgub kepada DPMPTST,” kata dia.

Dirinya sebagai gubernur, bahkan belum tahu perubahan tata ruang disana. “Waktu itu saya fokus mau pensiun,dan tak tahu soal perubahan tata ruang tersebut,” pungkasnya.

Editor           : Bintang Pradewo