Pertanian Organik Disertifi kasi Bertahap

KOTA BATU – Hasil panen pertanian organik digadang-gadang Pemkot Batu bakal menyejahterakan petani. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan terus melakukan penambahan wilayah yang menerapkan model pertanian organik. Hal itu ditunjukkan dengan penambahan luasan pertanian yang mengantongi sertifikasi organik.

Saat ini ada empat wilayah yang dikembang kan menjadi kawasan pertanian organik. Yakni Tlekung, Pesanggrahan, Sumbergondo, dan Bulukerto. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu Yayat Supriatna menyatakan, proses pemetaan di empat wilayah tersebut sudah dila kukan. ”Dari hasil survei ini akan diketahui mana saja yang telah menerapkan pertanian organik,” bebernya.

Yayat menyampaikan, saat ini kawasan per tanian organik sudah tersebar di 14 kawasan dengan luas lahan sekitar 134,6 hektare. Hanya saja, baru 29 hektare yang telah mengantongi sertifikasi organik. Sisanya atau 105,6 hektare ditargetkan bisa mendapatkan sertifikasi secara bertahap hingga lima tahun ke depan. ”Kita akan terus berusaha merealisasikannya di beberapa daerah. Karena ini tameng utama kita,” ungkapnya.

Sebanyak 14 kawasan yang sudah menerapkan pertanian organik, yakni Desa Sumber Brantas, Tulungrejo, Gunungsari, Giripurno, Pandanrejo, Temas, Sisir, Sumberejo, Pendem, Dadaprejo, Mojorejo, Junrejo, Torongrejo, Beji. ”Empat wilayah yang terdiri dari Tlekung, Pesanggrahan, Sumbergondo, dan Bulukerto saat sini sedang dalam proses,” tambah Yayat.

Pemberian sertifikasi dilakukan untuk menjamin hasilpanen tersebut benarbenar hasil pertanian organik. ”Ada yang saat ini masih proses sertifikasi, namun petani sudah menerapkan pertanian organik,” kata dia. Yayat menjelaskan, proses sertifikasi tidak bisa langsung karena ada tahapan yang harus dilewati.



Sementara itu, jenis tanaman organik juga makin beragam. Mulai jambu hingga jeruk. Ada pula sawi, andewi, brokoli, dan beberapa jenis sayuran lain. Dari semua itu, dua jenis tumbuhan keras seperti jambu kristal dan jeruk yang sudah tersertifikasi. ”Kalau apel masih belum, kita targetkan tahun depan sudah ada yang mengantongi sertifikasi,” pungkasnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu Eka Novanta