MALANG KOTA – Dampak penghentian sementara Liga 1 tak cuma urusan tiket. Penghentian itu juga berpengaruh terhadap klub, termasuk aspek bisnis. Sebab, penghentian sementara membuat masa kompetisi jadi lebih panjang. Seharusnya, Liga 1 musim 2018 berakhir paling lambat pada 9 Desember 2018.

Misalnya Liga 1 berhenti selama dua pekan, maka kompetisi baru berakhir pada 23 Desember 2018. Artinya, Liga 1 musim 2018 bergulir selama sembilan bulan. Lebih lama ketimbang Liga 1 musim 2017 lalu. Kala itu, Liga 1 bergulir dalam rentang 15 April–13 November 2017.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menyatakan, jika delay kompetisi hanya dua minggu, dampaknya ada bagi klub. Tapi, mungkin tidak begitu signifikan. ”Delay itu lebih ke PSSI. Mungkin sisi bisnisnya ke sharing televisi,” ujar dia.

Selain berpengaruh ke aspek bisnis, penghentian sementara kompetisi juga bisa berdampak pada tim. Pelatih Arema FC Milan Petrovic harus menyusun ulang agenda latihan pemainnya.

Lalu, Arema FC juga berpotensi tak bisa menggunakan sejumlah pemainnya dalam waktu relatif lama jika dipanggil timnas. Seperti diketahui, pada 8 November–15 Desember ini ada gelaran Piala AFF.

Jauh-jauh hari, PSSI bersama PT LIB sudah mengisyaratkan tak akan merehatkan kompetisi ketika ada Piala AFF. Maka, sudah tentu, klub yang pemainnya banyak dipanggil timnas harus menanggung konsekuensi besar.

Arema FC punya kans menyumbang banyak pemain ke timnas. Terakhir, pada laga uji coba timnas Indonesia vs Mauritania, 11 September lalu, ada empat pemain Arema FC yang dipanggil. Yakni, Bagas Adi Nugroho, Alfin Tuasalamony, Hanif Sjahbandi, dan Dedik Setiawan.

Pewarta : Gigih
Editor : Dwi Lindawati
Fotografer : Darmono
Penyunting : Indra Mufarendra