Pertamina Prediksi Permintaan BBM Jelang Nataru Naik 3-5 Persen

MALANG kota – PT Pertamina Fuel Terminal Malang memprediksi permintaan terhadap BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Elpiji akan meningkat jelang tutup tahun 2019.

Gustiar Widodo, Sales Area Manager Retail Fuel Terminal Malang menyebut kenaikan akan berada di angka 3 sampai 5 persen saja.

“Prediksi kita 3 sampai 5 persen. Itu termasuk BBM dan Elpiji,” tukas pria yang akrab disapa Dodi itu usai kunjungan Wali Kota Malang, Drs Sutiaji di Depo Malang daerah Jalan Halmahera, Sukun, Kota Malang, Rabu (11/12).

Wilayah Malang Raya, diakuinya butuh sekitar 2800 kilo liter per hari. Dengan tambahan 3 sampai 5 persen, Pertamina Malang berarti akan menyiapkan hingga 3000 kilo liter BBM jelang nataru.

“Kalau misal stuck dan ada kelangkaan kita ada tambahan dari depot depot lain misal Banyuwangi, Kediri,” tukasnya.

Selama ini Fuel Terminal Malang menggunakan truk tangki dan kereta api untuk distribusi bahan bakar.

Untuk Kota Malang menurutnya stok BBM relatif aman. Pun stok Elpiji, diakuinya stoknya juga relatif tercukupi walaupun Malang sendiri hanya punya satu SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji).

Hanya saja, untuk mengantisipasi melonjaknya volume kendaraan di Kota Batu, Pertamina mengaku akan menyiapkan tiga mobile storage.

“Satu di Karangploso, dua di Batu. Kita harapkan bisa cover saat lalu lintasnya stuck atau macet,” tutup Dodi.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M