Pertamina EP Subang Field Resmikan Oemah Ngariung dan Gendang Pantura

Pertamina EP Subang Field Resmikan Oemah Ngariung dan Gendang Pantura

“Filosofi dari kata Oemah adalah Rumah atau bangunan dan Ngariung adalah kumpul sehingga dapat dikatakan tempat berkumpul dan beraktivitas kelompok Warga Anti Penyebaran AIDS (WAPA) Pantura yang terus berupaya memerangi penyebaran HIV/AIDS di kawasan pantura Subang,” ujar Field Manager Pertamina EP (PEP) Asset 3 Subang Armand Mel Hukom di Subang, Rabu (25/4).

Oemah Ngariung menempati lahan sekitar 150 meter pesegi. PEP Asset 3 Subang Field memfasilitasi penyewaan lahan dan bangunan untuk kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Oemah Ngariung terdiri atas dua ruang utama. Satu ruangan besar digunakan untuk penjualan sembako dan produk pangan dan kerajinan yang dibuat oleh mitra binaan Pertamina EP Asset 3 Subang Field di Kabupaten Subang maupun Kabupaten Karawang. Sedangkan satu ruangan lagi digunakan untuk jualan minuman dan makanan angkringan.

“Oemah Ngariung yang berbentuk outlet bisa dipergunakan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) agar bisa menambah penghasilan. ODHA nantinya bisa membuat kerajinan dan menghasilkan sumber perekonomian,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Subang Ade Rusiyana, mendukung langkah PEP Asset 3 Subang Field yang meluncurkan Oemah Ngariung. Apalagi ini adalah implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang sangat baik dan membantu pengidap HIV AIDS. Ade juga berharap agar ODHA tak lagi dikucilkan.

“(Oemah Ngariung) Sangat membantu. Tahun lalu pembentukan WAPA Pantura dengan memberikan pemeriksaan HIV AIDS gratis bagi masyarakat. Kami berterima kasih kepada PEP Asset 3 Subang Field dalam melaksanakan program CSR di sektor kesehatan untuk masyarakat Subang,” kata Ade.

Selain meresmikan Oemah Ngariung, PEP Asset 3 Subang Field juga menyelenggarakan Gebyar Nasional Dukungan Pasukan Anti Penularan HIV/AIDS (Gendang Pantura). Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR pemberdayaan masyarakat Pantura yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan edukasi pencegahan HIV/AIDS di masyarakat.

General Manager PEP Asset 3 Wisnu Hindadari, mengatakan Pertamina EP memberikan dukungan penuh kepada kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai pendamping pemerintah dalam pemberantasan HIV/AIDS.

“Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini antara lain adalah untuk mengedukasi pencegahan HIV dalam masyarakat. Kami berharap dapat memberikan manfaat terutama kepada warga sekitar,” kata Wisnu.

Dari sisi operasi, PEP Asset 3 Subang Field hingga saat ini mencatatkan produksi minyak harian sebesar 2.400 barel per hari, naik dari rata-rata tahun lalu sekitar 1.750 barel per hari dan gas sekitar 220-230 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Armand mengatakan, peningkatan produksi minyak itu karena ada kegiatan pemboran empat sumur Jatiasri.

“Kami proyeksikan pada kuartal II dan seterusnya ada peningkatan lagi karena ada beberapa sumur yang akan dibor,” imbuh Armand.

Wisnu menambahkan, PEP Asset 3 Subang Field memberikan kontribusi pendapatan terhadap PEP Asset sekitar 40 persen. Karena itu, alokasi biaya modal (capital expenditure) PEP Asset 3 Subang Field juga terbesar dibandingkan dua lapangan lain di bawah PEP Asset 3, yaitu Tambun Field dan Jatibarang Field.

“Dari total capex tahun ini USD 150 juta, terbesar untuk Subang Field, sekitar 40-50 persen,” ujar Wisnu.

Dia berharap, dengan capex tersebut, produksi Subang Field terus meningkat. Salah satu strategi yang dilakukan manajemen PEP Asset 3 adalah dengan efisiensi dengan mengeksekusi program sesuai perencanaan. Efisiensi dilakukan dengan menjalankan rencana kerja dengan biaya berkurang. Di luar itu juga menghitung keekonomian dari atas target.

“Yang penting net profit margin. Percuma dapat revenue, karena itu kita dapat 23-24 persen net profit margin,” pungkas Wisnu.


(srs/JPC)