Pertama di Indonesia, Pemkab Gianyar Ditetapkan Kota Kerajinan Dunia

JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar Bali ditetapkan sebagai Kota Kerajinan Dunia oleh World Craft Council Asia Facific Region.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat World Craft City (WCC) yang diserahkan langsung oleh President World Craft Council Asia Facific Region, Ghada Hiijawi Quddumi dan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla kepada Pemkab Gianyar yang diwakili oleh Wakil Bupati Gianyar, A.A Gde Mayun didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra di Bali Agung Theatre Show- Bali Safari & Marine Park, Senin (22/4).

Wabup Gianyar, A.A Gde Mayun mengatakan, penobatan Gianyar sebagai World Craft City atau Kota Kerajinan Dunia adalah yang pertama di Indonesia, setelah Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia tahun 2014 lalu.

Pengakuan ini, tak terlepas dari aktifitas masyarakat Gianyar yang sebagian besar bergelut di bidang seni dan kerajinan, sehingga dijuluki Bumi Seni.

“Predikat Bumi Seni yang disandang Gianyar, dilatari banyaknya karya seni yang monumental lahir di Gianyar”, kata Wabup Agung Mayun melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/4).

Agung menjelaskan bahwa penobatan ini juga didukung dengan semakin berkembangnya berbagai bentuk dan jenis karya seni yang dihasilkan oleh seniman-seniman muda.

“Industri kerajinan di Gianyar merupakan salah satu usaha industri yang berlandaskan pada kreativitas seni para seniman Gianyar. Dikerjakan secara manual yang merupakan hasil cipta rasa dan karya tangan-tangan terampil perajin Gianyar,” jelas dia.

Perlu diketahui, sampai dengan akhir tahun 2018, jumlah industri kerajinan di Kabupaten Gianyar berjumlah sebanyak 36.890 unit dan mampu menampung tenaga kerja hingga 81.946 orang.

“Hampir semua jenis industri kerajinan ada di Gianyar, yang dominan diantaranya kerajinan kayu, emas atau perak, tenun atau endek, bambu, pangan, dan kulit,” imbuh Agung Mayun.

Sementara itu, President World Craft Council Asia Facific Region, Ghada Hiijawi Quddumi, memberikan apresiasi kepada Kabupaten Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia.

“Selamat atas penetapan Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia dan saya sangat mengapresiasi atas, ” kata Ghada.

Dia mengatakan, kegiatan Dewan Kerajinan Dunia dimulai sejak tahun 2012 hingga tahun 2018 dan telah ditetapkan 30 Kota di wilayah Asia Pasifik.

Beberapa ditetapkan sebagai pusat kerajinan dunia seperti Gianyar dan sebagian besar lainnya dengan kerajinan yang spesifik.

“Ada kerajinan kayu, batik, ikat, batu karang, porselen, pahat batu, batu mulia, karpet, tanah liat dan lainnya,” pungkas Ghada.