Persiapan Mepet, tapi Sukses Bikin Karya Story Telling

Menggeluti dunia jurnalistik baru saja ditekuni Anindya Awaha Wardani. Belum lama ini dia mengikuti perlombaan jurnalistik di tingkat Malang Raya. Meskipun baru kali pertama mengikuti perlombaan jurnalistik, dia mampu mengharumkan nama sekolah dan Kota Batu dalam perlombaan Dirganala SMAN Taruna Nala Jawa Timur 2018

Menggeluti dunia jurnalistik baru saja ditekuni Anindya Awaha Wardani. Belum lama ini dia mengikuti perlombaan jurnalistik di tingkat Malang Raya. Meskipun baru kali pertama mengikuti perlombaan jurnalistik, dia mampu mengharumkan nama sekolah dan Kota Batu dalam perlombaan Dirganala SMAN Taruna Nala Jawa Timur 2018.

Anindya Awaha Wardani didampingi guru pembimbingnya terlihat senang ketika koran ini menghampirinya di gedung perpustakaan Al-Izzah Kota Batu. Anindya yang berusia 15 tahun ini baru kali pertama ”terjun” dalam lomba jurnalistik, tapi bisa menyabet juara III. ”Ini kali pertama saya ikut lomba dan mewakili sekolah dalam bidang jurnalistik,” ujar Anindya.

Tidak terlintas dalam pikirannya ketika dia harus bergelut dengan dunia jurnalistik. Bahkan, dia merasa grogi saat mengikuti perlombaan tersebut. ”Saya grogi banget, soalnya yang ikut lomba waktu itu pasti berpengalaman, sedangkan saya kali pertama ini ikut lomba,” imbuhnya.

Anindya yang asli Kota Malang ini sempat kaget dan merasa tidak percaya diri saat sekolah menunjuknya untuk mewakili perlombaan jurnalistik se-Malang Raya. ”Waktu itu, saya dengan kakak kelas yang ditunjuk untuk mewakili sekolah. Nah, sebelumnya kakak kelas saya sudah pernah ikut lomba,” terangnya.

Dalam perlombaan yang dia ikuti mengangkat tema story telling dan bentuk kegiatan Dirganala SMAN Taruna Nala Jawa Timur untuk dijadikan bahan pembuatan berita. ”Ada dua tema yang saya angkat waktu itu, soalnya perlombaan berlangsung selama dua hari,” ungkapnya.



Untuk mengikuti perlombaan, tidak lama waktu yang dia persiapkan karena harus membagi jadwal antara sekolah, asrama, dan persiapan lomba. ”Kebetulan saya tinggal di asrama, jadi ya harus mengatur waktu antara sekolah, hafalan Alquran, dan persiapan lomba,” ujarnya.

Bosan dan jenuh dalam belajar tak jarang dia alami. Tapi, dia selalu memiliki cara untuk menghilangkan rasa bosan. ”Istirahat dan refreshing untuk menghilangkan rasa bosan (jenuh) yang saya alami, soalnya kan di asrama ada jadwal kegiatan setiap hari, ditambah lagi jadwal persiapan mengikuti lomba,’’ ucap dia.

Setelah berhasil menang dalam perlombaan di bidang jurnalistik, dia akan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya agar kemampuannya semakin terasah. ”Saya terus berlatih dan akan memperbaiki cara penulisan saya agar dapat mengikuti perlombaan lagi serta meraih juara,” ungkapnya.

Kendati demikian, Anindya belum ada niatan untuk terjun dalam bidang jurnalistik saat usai menempuh pendidikan di perguruan tinggi. ”Kalau untuk profesi menjadi jurnalis belum terpikirkan, hanya saat ini masih mau memperbaiki tulisan dulu,” paparnya.

Dia merasa sangat senang dan bangga ketika berhasil mengharumkan Kota Batu dan sekolah dalam perlombaan di bidang jurnalistik di tingkat Malang Raya. ”Senang ini merupakan pengalaman berharga saya serta menjadi sejarah dalam hidup untuk kali pertama mengikuti lomba dan bisa menang,” tegasnya.

Dia akan terus mengembangkan dan mengasah kemampuan jurnalistik agar dapat mengikuti perlombaan di tingkat provinsi maupun nasional. ”Kebetulan saya juga mengikuti ekstrakurikuler jurnalis ini merupakan salah satu fasilitas dan wadah bagi saya untuk terus belajar serta mengembangkan potensi dalam bidang tulis-menulis,” ujarnya.

Pewarta : Rezza Doa
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Aris Syaiful
Foto : Rezza Doa