Persiapan Matang demi Masa Depan Gemilang

Persiapan Matang demi Masa Depan Gemilang

Ada yang pascalulus SMA ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, ada yang ingin langsung bekerja, atau mungkin ada yang ingin langsung ijab kabul/menikah. Ya, mungkin mayoritas akan memilih pilihan yang pertama atau kedua, karena pilihan ketiga membutuhkan persiapan yang benar-benar matang, utamanya persiapan mental.

Kali ini saya tidak akan membahas tentang persiapan nikah, tapi persiapan kuliah. Kuliah harus benar dipikirkan dan dipersiapkan dengan sangat matang karena ini menyangkut masa depan seseorang. Tapi sebelumnya, saya ingin menegaskan sekaligus bertanya kepada Anda yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

Sudah tahu apa sih sebenarnya tujuan kuliah itu? Ingin dapat titel/gelar? Ingin dapat IPK tinggi? Ingin dapat pekerjaan yang layak setelah lulus nanti? Tentu banyak yang berbeda jawaban dan argumen. Tapi yang saya ingin tegaskan yaitu tentang tujuan Anda kuliah, agar nanti setelah kuliah tidak banyak berkeluh kesah karena banyak masalah. Entah itu masalah tugas yang menumpuk, dosen yang killer, lingkungan yang tidak sesuai, dan sebagainya. Hakikatnya, tujuan kuliah itu hanya dua, yaitu mengubah pola pikir dan meningkatkan kapasitas diri. Soal IPK dan gelar itu hanyalah pelengkap.

Pola pikir (mindset) kita tidak boleh sama dengan pola pikir ketika masih SMA. Di mana dalam kuliah, kita dituntut untuk bisa berpikir secara kritis, rasional, dewasa, dan mandiri. Pada awalnya memang agak susah mengubah pola pikir karena masih ada proses transisi dari SMA ke perkuliahan. Nah, di sinilah pola pikir kita nanti terbentuk, yaitu dalam berproses.

Berproses juga termasuk dalam meningkatkan kapasitas diri, di mana berproses itu bisa dilakukan dengan bersosialisasi, aktif di organisasi, dan juga intens berdiskusi. Kegiatan-kegiatan semacam itulah yang nanti bisa dijadikan bahan untuk meningkatkan kapasitas kita, baik soft skills maupun hard skills. Setelah mengetahui tujuan kuliah, ada baiknya juga harus mengetahui tips memilih jurusan yang sesuai dengan diri Anda. Mungkin ada yang berargumen memilih jurusan itu ada baiknya memilih yang memiliki prospek cerah, menjanjikan, dan terakreditasi A.

Memang pemikiran seperti itu tidaklah salah. Namun, ada beberapa poin yang mendasar yang bisa dijadikan acuan dalam memilih jurusan/program studi. Pertama, pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan passion. Ini poin yang sangat fundamental dan vital. Kenapa harus disesuaikan dengan minat dan passion? Alasannya adalah ketika Anda memilih jurusan yang diminati dan disukai pasti dalam menjalani nanti akan merasakan kenyamanan, kesenangan, dan kebahagiaan. Contohnya, Anda yang hobi berjualan, sebaiknya memilih jurusan yang berkaitan dengan bisnis dan perdagangan, seperti Manajemen ataupun Ilmu Administrasi Bisnis. Bagi yang gemar mengajar, ada baiknya memilih jurusan yang berkaitan dengan keguruan dan Ilmu Pendidikan. Bagi yang suka menulis, pilihlah jurusan Sastra. Dan lain-lain, sesuai dengan bidang apa yang diminati.

Kedua, pilih jurusan yang sesuai dengan cita-cita. Cita-cita dan tujuan setiap individu pastilah berbeda, namun di perguruan tinggi ketika Anda memilih jurusan yang sesuai dengan cita-cita Anda, maka nanti Anda akan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki tujuan dan visi yang sama dengan Anda. Misalnya ketika Anda ingin menjadi progammer, sebaiknya memilih jurusan seperti Program Studi Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan sebagainya. Yang ingin menjadi insinyur bisa memilih jurusan Teknik. Yang ingin menjadi pejabat ataupun politikus ya pilih jurusan Ilmu Sosial dan Politik. Kesesuaian antara jurusan dan cita-cita menjadi langkah awal demi tergapainya cita-cita yang diinginkan, jangan sampai antara jurusan dan cita-cita saling kontradiktif.

Ketiga, minta nasihat orang tua dan guru. Nasihat, saran, masukan dari orang tua dan guru sangatlah penting. Nasihat-nasihat yang diberikan pastilah yang terbaik. Mereka tahu mana yang terbaik buat anak-anaknya kelak. Jangan mengelak ketika diberi masukan dan nasihat yang baik. Ketika ada perbedaan mengenai pilihan jurusan, segera merenung, tanya pada diri sendiri terlebih dahulu. Diskusikan lebih lanjut dan mendalam agar bisa menemui titik tengahnya.

Keempat, berdoa dan meminta petunjuk dari Tuhan YME. Ini poin yang sulit dielakkan, tanpa seizin dan keridaan-Nya usaha kita akan sia-sia. Bagi yang muslim, ada baiknya rutin melakukan salat istikharah, salat tahajud, dan salat hajat. Bermunajatlah kepada-Nya, minta petunjuk jurusan dan perguruan tinggi mana yang terbaik bagi diri sendiri, orang tua, bangsa, dan negara.

Itulah beberapa tips dalam memilih perguruan tinggi, tips tersebut sifatnya objektif. Bisa dijadikan acuan untuk mendaftar di seleksi apa pun, baik itu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan juga seleksi-seleksi yang lainnya. Yang terpenting juga adalah jangan mudah berputus asa dan menyerah.

Ketika Anda tidak diterima di jurusan yang Anda inginkan janganlah berkecil hati. Banyak jalan menuju Roma. Mungkin peribahasa tersebut klise, sudah sering kita dengar. Tapi itu bisa dijadikan motivasi dan inspirasi untuk bangkit kembali. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meraih kesuksesan, tak hanya melalui bangku perkuliahan saja. Bahkan, Susi Pudjiastuti tidak mengenyam bangku kuliah, beliau hanya tamatan SMP. Tapi sekarang, siapa orang yang tidak mengenal Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut. Dan banyak orang-orang sukses di luar sana yang suksesnya tidak didapat dari bangku kuliah. Sebut saja Bob Sadino, Azis Gagap, Andy F. Noya, dan sebagainya. Yang sukses pada bidangnya masing-masing.

Jangan ragu untuk mencoba alternatif lain, seperti kedinasan ataupun politeknik. Di kedinasan juga banyak menawarkan berbagai jurusan yang mungkin sesuai dengan minat dan passion Anda, seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), STMKG (Sekolah Tinggi Metereologi Klimatologi dan Geofisika), Institut Pemerintahan Dalam negeri (IPDN), dan masih banyak yang lainnya.

Jangan meremehkan dan meragukan. Setiap jurusan pasti memiliki prospek yang cerah, ketika Anda menjadi ”ahli” di bidangnya maka pekerjaan dan karir yang gemilang akan menanti Anda. (*)

*) Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Jember.

(bw/jpr/rbs/JPR)