Persiapan Diklarifikasi Penyidik, Rocky Gerung: Olahraga Lari Pagi

JawaPos.com – Pengamat politik sekaligus politisi Rocky Gerung mendatangi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (1/2) pukul 15.55 WIB. Meski gerimis, tak menghalanginya tiba memenuhi panggilan penyidik.

Mengenakan kemeja berlapis jaket hitam, Rocky tampak dipayungi oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar. Dia tampak tergesa-gesa menuju kantor Ditreskrimsus. Rocky pun berlari kecil menuju ruangan penyidik.

Kepada para awak media yang sudah menunggu lama di depan kantor Ditreskrimsus, Rocky sempat menyapa. Terlihat, dia enggan menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan para wartawan.

“Ini banyak banget (wartawan). Ini satu dapil ini?,” seru Rocky sambil menunjuk ke arah para awak media.

Terkait pemanggilannya atas dugaan kasus penistaan agama yang menyatakan bahwa ‘Kitab Suci itu Fiksi” di acara Indonesian Lawyer Club (ILC) di TvOne, dirinya bergeming apakah hal tersebut bermuatan unsur politis atau bukan.

Akan tetapi, Rocky mensinyalir ada permainan dibalik laporan yang dibuat oleh Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018. Mengingat laporan itu baru diproses hampir satu tahun.

“Setiap ada penundaan (laporan) pasti ada unsur manipulasi, kan rumusnya begitu,” seru Rocky.

Dia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk memenuhi panggilan klarifikasi kepada penyidik. Dengan enteng mengatakan, persiapannya hanya sebatas olahraga lari pagi.

“Persiapan khusus yah olahraga lari pagi,” kata dia.

Diketahui, laporan yang dibuat Jack Boyd Lapian dengan nomor laporan LP/512/IV/2018/Bareskrim itu merupakan limpahan kasus dari Mabes Polri ke Polda Metro Jaya. Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan bahwa pihak kepolisian melakukan klarifikasi terhadap Rocky selaku saksi terlapor atas laporan yang dibuat Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018.

“Ya, yang bersangkutan diklarifikasi. Yang bersangkutan bisa menyangkal atau tidak, maka harus memenuhi undangan diklarifikasi,” kata Argo.

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Wildan Ibnu Walid