Persiapan 3 Hari, Puas Kalahkan Tuan Rumah

Keterbatasan tak menyurutkan semangat tim tari SMAN 1 Batu dalam mengejar prestasi. Meski hanya punya waktu latihan tiga hari, tapi tim ini mampu menjadi juara I lomba tari kreasi tingkat SLTA/sederajat se-Malang Raya. Bahkan, tim ini mampu mengalahkan tuan rumah.

Piala bercorak merah putih setinggi 75 sentimeter itu tampak yang paling gres dibandingkan puluhan piala lain. Piala itu berada di antara puluhan piala lain di almari ruang wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 1 Batu. Di bagian bawah piala itu tertulis Juara 1 Lomba Tari Kreasi Tingkat SLTA/Sederajat Malang Raya yang diselenggarakan Kodim 0818/Malang-Batu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan RI pada 10 Agustus lalu.

Beberapa menit kemudian, tampak seorang siswi berjalan menuju ruangan itu. Senyumnya terus mengembang hingga dia tiba di ruangan sekitar 3 x 5 meter itu. Dia adalah Pradiya Purbho Rini, ketua tim tari SMAN 1 Batu yang berhasil meraih piala tersebut. ”Itu piala yang baru kami dapatkan dari lomba tari se-Malang Raya di Kepanjen (kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Red),” kata Pradiya Purbho Rini kepada Jawa Pos Radar Batu kemarin (26/8).

Siswi kelahiran 28 April 2000 ini mengaku kalau timnya tak pernah menyangka bakal jadi yang terbaik dalam lomba tersebut. Sebab, pemberitahuan kalau mereka bakal ikut lomba tari kreasi sangat mendadak, dan mereka tak punya banyak waktu untuk mempersiapkannya. Mereka hanya punya waktu tiga hari sebelum lomba itu digelar. ”Waktu itu dikasih tahu ikut lomba H-3 sebelum pelaksanaan. Jadi, mepet banget persiapannya,” terang siswi kelas XII SMAN 1 Batu ini.

Timnya terbentuk itu juga atas penunjukan langsung guru ekstrakurikuler (ekskul) tari, Dwi Subagja. Sebab, waktunya memang tak memungkinkan untuk melakukan seleksi.

Total ada 6 orang yang ditunjuk untuk mengikuti lomba tersebut. Rinciannya, 3 perempuan dan 3 laki-laki. Mereka adalah Pradiya Purbho Rini, Dwi Ningsih, Gladish Febiola, M. Novalino, Abrar Robbani, serta Rahma Andrianto. ”Kebetulan semua anggota tim sudah biasa latihan bareng di ekskul. Jadi, tinggal melatih kekompakan saja,” ungkapnya.

Dalam tiga hari tersebut, timnya berlatih keras untuk menciptakan kreasi baru. Mereka menciptakan tari sendiri. Karena masih momen kemerdekaan, mereka kompak memilih tema perjuangan.

Dalam prosesnya, tarian tersebut menceritakan tentang prajurit bersenjatakan panah yang baru memenangkan peperangan. ”Bikin gerakan tariannya bareng-bareng. Kami juga tambahi aksesori panah,” ujar gadis 17 tahun ini.

Ke depan, timnya akan terus berkarya di bidang seni tari tradisional. Sebab, tari tradisional merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan. ”Tetap ingin menari, untuk melestarikan budaya Indonesia,” ungkapnya.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Imam Nasrodin
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Tim tari SMAN 1 Batu