Persentase Kemiskinan di Perdesaan Masih Dua Digit

JawaPos.com – Upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan mulai menunjukkan hasil positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk yang masuk dalam kategori miskin pada Maret 2019 sebanyak 25,14 juta jiwa.

Pada periode tersebut, persentase penduduk miskin di Indonesia ada di level 9,14 persen dibandingkan total populasi. Jumlah penduduk miskin per Maret 2019 yang sebanyak 25,14 juta jiwa itu, tercatat mengalami penurunan sekitar 800 ribu dibandingkan Maret 2018.

Jika dibandingkan periode September 2018, maka penurunannya sekitar 530 ribu. Kendati demikian, BPS memberikan catatan kepada pemerintah terkait penurunan angka kemiskinan tersebut.

“Di sana masih ada disparitas yang tinggi antara kemiskinan kota dan desa. Itu hampir dua kali lipatnya,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (14/7).

Di perkotaan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 tercatat sebanyak 9,99 juta orang. Persentase penduduk miskin di perkotaan ada di kisaran 6,69 persen.

Angka tersebut turun sekitar 136 ribu dibandingkan posisi September 2018 yang sebanyak 10,13 juta orang. Pada September 2018, persentase penduduk miskin di perkotaan mencapai 6,89 persen.

Sementara itu di perdesaan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 tercatat sebanyak 15,15 juta orang. Persentase penduduk miskin di perdesaan di level 12,85 persen.

Angka tersebut turun sekitar 393 orang dibanding posisi September 2018 yang sebanyak 15,54 juta orang. Persentase penduduk miskin di perdesaan pada periode tersebut mencapai 13,1 persen.

Artinya, imbuh Suhariyanto, penduduk miskin masih banyak terpusat di daerah perdesaan. BPS pun berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang mendorong pengentasan kemiskinan, terutama bagi perdesaan.

“Kami harapkan harus kebijakan lebih fokus diarahkan ke desa dan implementasinya diharapkan cepat,” katanya.

Adapun provinsi yang memiliki penduduk miskin terbesar yakni Papua, Gorontalo, Maluku, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Tengah. Sedangkan provinsi dengan penduduk miskin terendah yaitu DKI Jakarta (persentase kemiskinannya 3,47 persen).