Persebaya Geram Dikritik Soal Pemain Asal Papua

Perekrutan empat pemain asal Persipura, yaitu Osvaldo Haay, Ruben Sanadi, Feri Pahabol dan Nelson Alom sempat menjadi pembicaraan di media sosial. Kehadiran empat pemain itu semakin menguatkan aroma Papua di Persebaya. Sebelumnya tim ini sudah memiliki Fandry Imbiri dan Ricky Kayame.

Persebaya rasa Jayapura, begitu sebutan untuk tim kebanggan Kota Pahlawan ini. Manajemen akhirnya angkat bicara. Mereka menolak anggapan tersebut. Menurut manajemen Persebaya, ada banyak pemain produk kompetisi internal yang menjadi bagian dari skuad Persebaya saat ini.

“Dari 17 pemain yang kami pertahankan, 13 di antaranya dari internal. Tidak pernah (ada yang) berbicara tentang hal itu. Ke-13 pemain itu adalah pemain potensi yang tidak diingat sama sekali,” ucap Manajer Persebaya Chairul Basalamah menjawab pertanyaan dari JawaPos.com.

Meski Chairul menyebut 13 pemain, faktanya hanya ada sepuluh produk internal yang bertahan di Persebaya. Kesepuluh pemain itu adalah Dimas Galih, M. Syaifuddin, Abu Rizal Maulana, Irvan Febrianto, Rachmat Irianto, Sidik Saimima, Misbakhus Solikin, Adam Maulana, Rendi Irwan Saputra dan Oktafianus Fernando.



Sedangkan tujuh pemain sisanya adalah mereka yang datang dari tim lain, bukan hasil pembinaan Persebaya. Ketujuh pemain tersebut adalah kiper Miswar Saputra, Andri Mulyadi, Fandry Imbiri, M. Hidayat, Irfan Jaya, Ricky Kayame dan striker jangkung Rishadi Fauzi.

Persebaya juga menyantumkan tiga pemain produk internal dalam daftar pemain pinjaman. Ketiga nama itu adalah Samuel Reimas, Mei Handoko Prastio serta winger Thaufan Hidayat. Chairul menegaskan bahwa Persebaya akan terus mengorbitkan pemain hasil kompetisi internal.

“Siapa yang diorbitkan, itu hak kami. Siapa yang dicari? Itu ada prosesnya,” tutup dia.


(saf/JPC)