Persebaya Berharap Bisa Bermarkas di Stadion GBT Selama Liga 1 2018

Stadion GBT seharusnya dipakai untuk menyelenggarakan turnamen Piala Presiden 2018. Bahkan, muncul kabar pembukaan turnamen ini akan dilangsungkan di Surabaya. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bakal hadir pada agenda pembukaan tersebut.

Akan tetapi, dengan segala permasalahannya, mulai dari akses yang sempit serta lahan parkir yang minim, ditambah konflik antara Persebaya dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kota Pahlawan akhirnya urung menjadi tuan rumah. Acara dipindah ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Salah satu sudut Stadion GBT
(M. Syafaruddin/JawaPos.com)

Belajar dari kondisi tersebut, Persebaya berharap masih bisa menggunakan Stadion GBT untuk mengarungi pertandingan-pertandingan di kompetisi Liga 1 2018. “Untuk home base kami berharap Stadion GBT masih yang terbaik. Sebab kami membahas soal daya tampung,” beber manajer Persebaya, Chairul Basalamah.



Chairul menambahkan, Persebaya bisa saja boyongan ke Sidoarjo. Apalagi stakeholder Kota Udang menyatakan siap menampung Green Force pada kompetisi Liga 1 2018 nanti. Hanya saja masih ada satu kendala besar, yakni kapasitas stadion.

“Sidoarjo sudah menyatakan siap secara keseluruhan. Termasuk pihak keamanan dan instansi terkait. Tapi kami membawa nama Surabaya. Alangkah lebih baiknya kalau di Surabaya,” sambung Abud, sapaan akrab Chairul.

Sementara itu, Wakil Wali kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menggambarkan bagaimana akses Stadion GBT di masa depan. Menurut Wisnu, Stadion GBT akan diapit jalan besar dan lebar. Jalan Jawar yang selama ini menjadi akses tunggal, akan diperlebar hingga 40 meter.

“Di belakang stadion akan ada JLLB (Jalur Lingkar Luar Barat) yang lebarnya 55 meter. Rencana kami dalam satu-dua tahun ke depan akan terlihat perbedaannya,” terang Wisnu. Selain masalah akses, Wisnu menambahkan bahwa Pemkot Surabaya akan mempersiapkan lahan parkir sementara untuk Liga 1 nanti.

“Lahan yang belum diuruk akan kami uruk. Semak-semak dan alang-alang juga kami potong untuk menjadi lahan parkir agar tidak merusak sirkuit. Karena sirkuit itu masih belum serah terima ke Pemkot, jadi masih tanggungan kontraktor. Jadi kami akan siapkan lahan parkir sendiri,” jelas Wisnu.


(saf/JPC)