Perseba Dapat Peringatan dari Asprov PSSI Sinergi Jawa Pos

Sebab, secara kepemilikan klub, Perseba Bangkalan masih menjadi tanggung jawab Askab PSSI Bangkalan dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. dengan demikian, Asprov PSSI Jawa Timur mengalamatkan surat peringatan pertama kepada Askab sebagai induk organisasi sepak bola di Bangkalan.

Berkaca pada kompetisi Liga 3 2017 musim lalu, Askab PSSI Bangkalan berupaya untuk mengikutsertakan Perseba Bangkalan. Namun sayangnya, masalah pendanaan menjadi kendala. Asprov PSSI Jawa Timur kemudian tidak mewajibkan klub asal Kota Zikir dan Salawat tersebut untuk ikut Liga 3. Dengan syarat, berbenah untuk kompetisi tahun selanjutnya.

Nah, saat ini sudah memasuki musim 2018. Namun, belum ada tanda-tanda geliat Perseba Bangkalan dalam melakukan persiapan. Hasilnya, Askab mendapat surat peringatan. ”Kami belum tahu, sanksi seperti apa yang akan dijatuhkan terhadap kami jika tetap tidak ikut,” ujar Sekretaris Askab PSSI Bangkalan Acek Kusuma.

Untuk itu, dalam waktu dekat Askab PSSI berserta ketua umum Askab Imron Amin akan mencoba membuka diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Terkait masalah pendanaan klub, tentunya bisa menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) jika masih berlaga di kompetisi amatir.

”Satu-satunya harapan adalah bantuan pemkab. Karena sponsor mana yang ingin melirik klub liga amatir,” ungkap Acek. Hal ini sejalan dengan rapat koordinasi yang telah dilakukan supporter K-conk Mania beberapa waktu lalu. Mereka ingin mengembalikan Perseba Bangkalan menuju kompetisi nasional.

(mr/dam/han/bas/JPR)