Pernyataan Menkes Dikritik, Masa Ada Cacing Mau Dimakan?

Pernyataan Menkes Dikritik, Masa Ada Cacing Mau Dimakan?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengkritik pernyataan Menteri Kesehatan. Meskipun tak ada yang salah dari pernyataan tersebut, namun Ari menegaskan makanan apa pun tak boleh dikonsumsi jika mengandung parasit.

“Pernyataan Bu Menteri nggak salah sih memang jika dimasak mati. Itu kan protein katanya. Tetapi kan terkontaminasi, mau beli ikannya atau larvanya? Sudah tahu ada cacing kok dimakan. Itu harus ditarik, sebab secara normal nggak boleh,” kata Ahli Endoskopi Gastrointenstinal tersebut kepada JawaPos.com, Jumat (30/1).

Tiga merk kaleng sarden yang positif mengandung cacing pita
(Virda Alisya/JawaPos.com)

Ari menjelaskan parasit adalah sesuatu yang bisa menyebabkan masalah kesehatan. Cacing, mikroba, jamur merupakan parasit.

Ari menilai zaman now merupakan era media sosial yang segala sesuatunya gampang menjadi viral, termasuk kasus temuan cacing di dalam ikan kalengan. Bisa jadi selama ini ada pula masyarakat yang mengonsumsi ikan yang sudah terkontaminasi larva tersebut tetapi tidak mengalami masalah kesehatan. Sebab dimasak dengan matang.



“Secara kebetulan, sekarang era media sosial. Masyarakat ketemu yang begini lalu langsung di foto, upload, share. Tetapi ini kan bukan hoax, yaitu temuan BPOM. Maka memang harus ditarik,” tegas Ari.

Prinsipnya, Ari mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Akan lebih baik mengonsumsi makanan matang dan hindari makan makanan mentah.

“Masyarakat hati-hati jangan konsumsi ikan terkontaminasi parasit ini. Dianjurkan makan dalam bentuk masak. Hindari konsumsi raw food. Bagi makarel yang mungkin sudah sampai di rumah-rumah yang utama dalam pencegahan, hindari,” ujarnya.


(ika/ce1/JPC)