Permudah Bikin Kartu Perpus di Mobil Keliling

MALANG KOTA – Tahun Baru, target baru. Prinsip ini dipegang kuat Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang untuk mengerek angka jumlah pengunjung. Cara termudah menggenjot jumlah pengunjung, tentu dengan inovasi baru.

Inovasi tersebut, dijelaskan Suprih AMd AK selaku kepala bidang (kabid) Layanan dan Pengembangan Puskot Malang. ”Kalau terobosan 2019, bikin kartu anggota sudah bisa di mobil perpus keliling,” ujar Suprih. Sering kali, dia mendapati banyak pelajar dan mahasiswa malas mendaftar langsung ke perpustakaan. Tak jarang, kadang dia mendapati beberapa pelajar dan mahasiswa yang terbatas akses perjalanan menuju Puskot Malang.

”Kadang begitu alasannya. Karena jauh, mereka malas bolak-balik,” ujar dia. Kali ini dengan total empat mobil perpus keliling, mendaftar keanggotaan jauh lebih mudah. Persyaratannya juga mudah. Cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) hingga kartu identitas dari sekolah. Itu pun juga tidak dipungut biaya.

”Sementara kalau masyarakat luar Kota Malang, cukup mengisi form khusus yang disediakan untuk keterangan domisili,” jelas dia. Langkah berikutnya juga tidaklah sulit. Calon anggota tinggal difoto di tempat. Persis seperti foto pembuatan surat izin mengemudi (SIM). Suprih menyatakan, foto di tempat agar calon anggota tak perlu repot mencetak foto.

”Selain itu, prinsip kami nggak mau mempersulit bagi mereka yang ingin membaca,” tambahnya. Rencananya, pertengahan Januari ini program tersebut sudah diberlakukan,” saat ini masih pemasangan kelistrikan di mobil,” jelasnya.

Selain itu, untuk menarik perhatian anak-anak, Suprih ingin menghadirkan adanya pendongeng di setiap mobil keliling. Meski sifatnya event, tapi konsistensi keberadaan pendongeng dia usahakan untuk selalu ada setiap minggu. ”Mereka (pendongeng) bisa dari kami, bisa juga dari relawan atau komunitas pustakawan,” ujarnya. Dia yakin, inovasi baru ini bisa mengerek jumlah pengunjung puskot. Minimal, ada kenaikan mencapai 15 persen.

”Bulan Desember 2018 belum terekap penuh. Tapi, melihat angka di setiap bulan year on year (YoY), pasti naik,” ungkap pria berkacamata ini. Pada 2017 misalnya, total keseluruhan jumlah pengunjung mencapai 244.881 orang. Untuk 2018 lalu, jika ingin melampaui target 2017 hanya membutuhkan angka pengunjung di atas 41.262 orang. Namun dari penghitungan kasar yang dilakukannya, Desember 2018 hingga Januari 2019, Suprih yakin ada peningkatan lebih. Meski Pemkot Malang tidak menetapkan target pengunjung, Suprih menyatakan, capaian besar itu untuk memompa motivasi puskot bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Pewarta            : Sandra, tr4
Copy editor       : Dwi Lindawati
Penyunting       :  Mardi Sampurno
Fotografer        :  Rubianto