Permohonan KIA Dibuka, Emak-Emak: Bikin Ribet Saja!

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membuka permohonan para orang tua untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA). Permohonan pembuatan tersebut dapat dilakukan di setiap kecamatan di Kota Palembang.

Berdasarkan pantauan, di Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang tampak beberapa orang tua mulai berdatangan mengajak anaknya untuk membuat KIA. 

Meski belum optimal. Namun, dihari pertama ini pengajuan permohonon sudah mencapai 100 orang dari usia 0-17 tahun.

Meski demikian, tidak semua warga setuju terhadap KAI. Salah satu orang tua, Maryati, 32, mengatakan dirinya mendatangi kecamatan untuk urusan lain bukan untuk membuat KIA.

Menurutnya, pembuatan KIA ini membuat ribet seperti 0-5 tahun harus daftar. Kemudian, 5-17 tahun harus kembali mendaftar. Lalu, 17 tahun keatas harus membuat kembali Kartu Tanda Pengenal elektronik (e-KTP).

“Jadi bikin ribet saja, padahal kan ada Kartu Keluarga (KK),” katanya saat ditemui di Kawasan Kecamatan IT I Palembang, Senin (7/1).

Menurutnya, KIA ini juga tidak bermanfaatkan baik sekolah dan apapun itu. Sehingga, lebih baik dirinya tidak membuat dan ketika 17 tahun akan dibuatkan e-KTP karena sangat berguna dalam berbagai hal.

“Buat KTP saja lama, ini mau buat KIA juga. Jadi saya lebih baik tidak usah buat,” tutup emak-emak dua anak ini.

Berbeda halnya dengan Ira Susanti, 28. Dikatakannya, ia sengaja datang di hari pertama ini agar mendapatkan KIA secepatnya. Dari informasi yang didapatkannya bahwa KIA ini akan berguna baik anaknya terutama untuk sekolah. Karena itu, dirinya membuat KIA ini.

“Kebetulan rumah saya dekat dengan kecamatan jadi sekalian saja,” katanya.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak mengetahui kapan akan mendapatkan KIA ini. Namun, setidaknya dirinya telah mengajukan permohonan di hari pertama. “Saya harap keluar KIA nya cepat tidak seperti E-KTP,” singkatnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan IT I Palembang, Novic Ismail mengakui memang pemohon untuk pembuatan KIA masih tergolong sedikit dibandingkan jumlah warganya di usia 0-15 tahun yang tercatat mencapai 14 ribu.

Sedangkan yang mengajukan baru 100 pemohon. Meskipun begitu, angka tersebut cukup memuaskan untuk hari pertama dibukanya permohonan KIA.

“Untuk mempermudah permohonan kami pun telah menyiapkan empat petugas khusus KIA,” katanya.

Pembuatan KIA ini sendiri tidaklah ribet seperti yang dibayangkan. Yakni hanya mendatangi kecamatan dengan membawa persyaratan baik untuk anak dibawah 0-5 tahun atau pun 5-17 tahun.

Nantinya, orangtua mengisi data tanpa harus membawa anaknya. Berbeda halnya dengan e-KTP yang perlu dilakukan perekaman.
Menurutnya, KIA ini kedepannya akan berguna karena tentu akan berpengaruh dengan sekolah mereka dan lain sebagainya.

“Jadi kami harap warga di IT I untuk membuat KIA untuk anaknya dan kami pun siap melayani agar tidak ribet,” tutupnya.

Editor      : Yusuf Asyari
Reporter : Alwi Alim