Permintaan Mendikbud Terkait Oknum Guru Bertindak Kekerasan

Mendikbud Muhadjir Effendy bersama Ketua KPK Agus Rahardjo beberapa waktu lalu
(Hendra Eka/Jawa Pos)

JawaPos.com – Belakangan ini kerap beredar secara viral tindakan oknum yang melakukan kekerasan terhadap siswanya. Hal itu mengundang kecaman dari masyarakat karena tindakan itu sangat jauh kepribadian seorang guru.

Atas fenomena seperti ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta masyarakat tidak mengeneralisasi oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap peserta didik. Apalagi tindak kekerasan itu disebar secara viral di dunia maya yang belum jelas kebenarannya.

“Kalau dari 3,41 juta kemudian ada satu ya jangan kemudian dibikin kesimpulan bahwa semua guru seperti itu (melakukan kekerasan),” kata Muhadjir usai Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (25/11).



Muhadjir menilai, saat ini banyak pengguna media sosial tidak bijak dalam mengeksploitasi informasi menyesatkan. Misalnya, baru-baru ini beredar video kekerasan di sekolah yang disebut-sebut terjadi di SMP di Pangkalpinang.

“Yang seperti kasus dulu ternyata bukan guru tapi diviral habis-habisan bahwa itu dilakukan oleh guru,” ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Salah satu video kekerasan oleh oknum guru yang sempat viral beberapa waktu lalu.
(Istimewa)

“Karena kami sedang berupaya keras untuk memberikan perlindungan agar dia (guru, Red) bisa melakukan tugas profesionalnya dengan baik,” pungkasnya.

Diketahui, pendidikan karakter dan keteladanan guru menjadi tema utama dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Dua frasa tersebut selaras dengan salah satu kebijakan prioritas Kemendikbud, yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menempatkan guru sebagai aktor utama dalam implementasi PPK.

Melalui tema itu, Kemendikbud mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan suasana sekolah seperti pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.


(put/JPC)