Perjuangan Mahasiswa-mahasiswa Bidikmisi Bikin Kagum Menristekdikti

JawaPos.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong pemuda dan pemudi Indonesia dari keluarga kurang mampu untuk berkuliah. Nasir meminta mereka memanfaatkan program beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi).

Menurutnya, program beasiswa itu akan memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka serta mengurangi angka pengangguran di masa depan. Sebab, mahasiswa Bidikmisi berprestasi pantas mendapat latar belakang pendidikan yang tinggi sehingga mampu berinovasi.

“Kalau seseorang semakin pintar, pasti dia akan mampu menggerakkan ekonomi. ‘Economic capacity and analysis’-nya pasti akan lebih baik. Sumber daya manusia (SDM) yang punya pendidikan lebih baik, dia akan menerima tantangan global dan beradaptasi dengan lebih mudah. Seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang semakin tinggi, akan dipastikan mampu berinovasi lebih baik,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/4).

Nasir menyatakan saat ini pemerintah sudah meningkatkan jumlah beasiswa Bidikmisi untuk 90 ribu mahasiswa pada 2018, menjadi 130 ribu pada 2019. Secara umum, kinerja akademik dari para mahasiswa Bidikmisi dan juga pencapaian profesional para lulusan Bidikmisi memuaskan.

“Yang gagal (lulus) hanya 1 persen, 99 persen berhasil lulus. Bagaimana mereka belajar itu, sangat luar biasa dan benar-benar memberikan inspirasi bagi mahasiswa mahasiswi lainnya. Sungguh saya sangat mengapresiasi  mereka,” tutur dia.

Dia menyebut kunci keberhasilan mahasiswa Bidikmisi, terletak pada daya tahan mereka dalam menghadapi tantangan di perguruan tinggi dan dunia kerja.

“Mahasiswa mahasiswi Bidikmisi itu memang berasal dari keluarga kurang mampu, tapi Negara selalu hadir untuk mereka, sehingga mereka seperti mendapatkan angin segar dan percaya diri,“ kata Nasir.

“Dengan adanya program beasiswa ini, daya tahan mereka sangat tinggi. Walaupun mereka biasa hidup kurang mampu, tetapi hal ini memberikan nilai positif karena otomatis membangun karakter daya juang yang tangguh dan keras. Sehingga jika mendapatkan umpan sedikit, mereka bisa berlari dengan cepat,” lanjutnya.

Adapun pemerintah mengalokasikan program beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa kurang mampu, untuk menekan angka kemiskinan dan angka pengangguran di Indonesia. Terutama dalam empat tahun terakhir.

“Jangan sampai pada saat Indonesia mendapat bonus demografi, sumber daya manusianya tidak berkualitas, karena jika hal itu terjadi malah akan menjadi malapetaka di Indonesia. Bukan kemiskinan semakin mengecil, tapi akan melebar. Oleh sebab itu Negara selalu hadir, melalui pemberian program beasiswa,” pungkasnya.