Perizinan Dibantu, Luhut Minta Pabrik Baterai Lithium Kelar 2023

JawaPos.com – Indonesia saat ini serius mengembangkan mobil listrik. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan membangun pabrik baterai listrik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pembangunan pabrik dengan tekhnologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) bisa segera  direalisasikan.  Beberapa tahapan diharapkan segera diselesaikan seperti  perizinan AMDAL (anilisis mengenai dampak lingkungan) dapat  tahun ini.

“Saya berharap AMDAL  pabrik  HPAL dari KLHK bisa tahun ini, kelar dia langsung construction, pembangunan itu kan 18 bulan sampai 2 tahun.

Pihak perusahaan meminta waktu pembangunan pabrik diberikan hingga 2025. Akan tetapi, hal itu tidak diterima oleh Luhut. “Saya minta pararel. Saya mau full baterai 2023 tapi dia minta 2025, saya bilang kalau perizinan urusan saya, kita bagi-bagi lah pekerjaan itu,” tambahnya.

Pasalnya, apabila hal tersebut diterima, dikhawatirkan pihak pemerintah yang baru tidak menjalankan proyek tersebut. “Kalau kita terima (jadi 2025), nanti 2025 bubar lagi, pejabat baru nggak ingat, nanti nggak jadi dah itu barang,” kata dia.

Pihaknya juga saat ini tengah menimbang, wilayah mana yang akan dibangun pabrik baterai lithium untuk mobil listrik tersebut. Ada dua daerah yang sedang ditimbang, yakni Morowali, Sulawesi Tengah dan Patimban, Jawa Barat.

“Kita lagi timbang apakah kita mau taruh di Patimban, pertimbangan teknis dari mereka tapi katodanya (sumber elektron) pasti di Morowali. Kita musti mikir membuat itu di Morowali atau di Patimban area, tapi 2023 itu harus jadi semua. Jadi jangan ada yang kritik terus, ini sudah jalan ya,” tegas dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking