22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Upaya Damai di Kasus Adik Bakar Rumah Kakak, Kasun Jadi Mediator

MALANG KABUPATEN – Zainul Alamsyah, 32, warga Dusun Bakalan, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang masih diamankan di Polsek Bululawang. Seperti diketahui, Selasa sore (13/6) dia kedapatan telah membakar rumah kakaknya sendiri, M. Wahyu Mulyanto, 44. ”Kami masih mendalami tindak pidana dari yang bersangkutan,” terang Kapolsek Bululawang Kompol Ainun Djariyah.

Selain rumah milih Wahyu, kediaman milik Rianto Efendi, 54, tetangganya, juga ikut hangus terbakar. Untuk sementara, polisi menduga kasus kebakaran itu terjadi karena sang adik kesal dengan sikap kakaknya.

Pendalaman awal polisi juga menyebut kerugian yang diderita korban.  ”Selain rumah dan gudang dekorasi, ada lima BPKB dan uang Rp 15 juta milik Rianto yang ikut terbakar,” tambah Ainun. Selain polisi, pejabat setempat juga ikut mengambil peran dari kasus tersebut.

Baca Juga:  Gudang Frozen Food Dua Lantai Terbakar di Karangploso Malang

Kepala Dusun Bakalan Hasan Bisri mengatakan, pihaknya mengupayakan jalur damai untuk kasus itu. ”Kakak bisa berdamai. Kami sudah berkoordinasi dengan polsek kalau kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk korban Riyanto kami tunggu kondisinya pulih terlebih dahulu,” kata Hasan.

Dia menambahkan bila Rianto masih shock dengan kebakaran tersebut. Ditambah lagi dengan riwayat penyakit stroke-nya. Sementara untuk Wahyu dan keluarga, Hasan menyebut bila mereka masih menginap di rumah kerabatnya. ”Kami belum berani sampaikan ke Pak To (Rianto) perkembangan kasusnya, karena kondisinya seperti itu. Anaknya yang pertama juga masih di Blitar,” imbuh Hasan.

Dia mengakui bila Zainul kerap menyampaikan keluh kesah kepada dirinya. Utamanya terkait lahan yang disewakan oleh kakaknya tanpa mengajak diskusi Zainul. Selama ini, Zainul memang belum memiliki rumah sendiri. Dia sempat tinggal di rumah panggung, yang lokasinya berada di belakang rumah kakaknya.

Baca Juga:  Menggagas Gedung Parkir Multifungsi

Sementara istri dan anak Zainul berada di luar kota. Itu turut menjadi beban pikiran Zainul. ”Dia sering cerita di sini (kantor dusun), keluarganya istrinya masih di Jogja. Anaknya ikut neneknya di Semarang. Mau diajak pulang (ke Malang), tapi rumahnya sudah dikontrakkan kakaknya,” papar Hasan. Sampai kemarin, dua rumah yang terbakar di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang masih diberi garis polisi. (pri/by)

MALANG KABUPATEN – Zainul Alamsyah, 32, warga Dusun Bakalan, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang masih diamankan di Polsek Bululawang. Seperti diketahui, Selasa sore (13/6) dia kedapatan telah membakar rumah kakaknya sendiri, M. Wahyu Mulyanto, 44. ”Kami masih mendalami tindak pidana dari yang bersangkutan,” terang Kapolsek Bululawang Kompol Ainun Djariyah.

Selain rumah milih Wahyu, kediaman milik Rianto Efendi, 54, tetangganya, juga ikut hangus terbakar. Untuk sementara, polisi menduga kasus kebakaran itu terjadi karena sang adik kesal dengan sikap kakaknya.

Pendalaman awal polisi juga menyebut kerugian yang diderita korban.  ”Selain rumah dan gudang dekorasi, ada lima BPKB dan uang Rp 15 juta milik Rianto yang ikut terbakar,” tambah Ainun. Selain polisi, pejabat setempat juga ikut mengambil peran dari kasus tersebut.

Baca Juga:  Bitcoin Si ”Tuyul Modern” Lagi Marak, OJK-Bank Indonesia:Itu Bisnis Terlarang!

Kepala Dusun Bakalan Hasan Bisri mengatakan, pihaknya mengupayakan jalur damai untuk kasus itu. ”Kakak bisa berdamai. Kami sudah berkoordinasi dengan polsek kalau kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk korban Riyanto kami tunggu kondisinya pulih terlebih dahulu,” kata Hasan.

Dia menambahkan bila Rianto masih shock dengan kebakaran tersebut. Ditambah lagi dengan riwayat penyakit stroke-nya. Sementara untuk Wahyu dan keluarga, Hasan menyebut bila mereka masih menginap di rumah kerabatnya. ”Kami belum berani sampaikan ke Pak To (Rianto) perkembangan kasusnya, karena kondisinya seperti itu. Anaknya yang pertama juga masih di Blitar,” imbuh Hasan.

Dia mengakui bila Zainul kerap menyampaikan keluh kesah kepada dirinya. Utamanya terkait lahan yang disewakan oleh kakaknya tanpa mengajak diskusi Zainul. Selama ini, Zainul memang belum memiliki rumah sendiri. Dia sempat tinggal di rumah panggung, yang lokasinya berada di belakang rumah kakaknya.

Baca Juga:  Exit Tol Ditutup 30 Menit, Macet di Tiga Titik

Sementara istri dan anak Zainul berada di luar kota. Itu turut menjadi beban pikiran Zainul. ”Dia sering cerita di sini (kantor dusun), keluarganya istrinya masih di Jogja. Anaknya ikut neneknya di Semarang. Mau diajak pulang (ke Malang), tapi rumahnya sudah dikontrakkan kakaknya,” papar Hasan. Sampai kemarin, dua rumah yang terbakar di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang masih diberi garis polisi. (pri/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/