23.4 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Mahasiswi Asing asal Spanyol Selamat dari Ombak Laut Malang Selatan, Ini Metodenya Bertahan Hidup

MALANG KABUPATEN – Pencarian lima korban yang terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Sabtu lalu (8/7) mulai membuahkan hasil. Dua orang ditemukan dalam kondisi selamat. Yang pertama yakni M. Ruspandi, 24, warga Desa Klagen, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Staf travel yang membawa rombongan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu ditemukan Sabtu (8/7) sore sekitar pukul 17.30. ”Dia terus terapung di tengah laut sampai petugas SAR di pantai selatan mengetahui keberadaannya. Sekitar 8 jam dia berada di atas air,” terang Kapolsek Bantur AKP Slamet Subagyo.

Pendik-sapaan akrab Ruspandi memanfaatkan kayu besar di tumpukan sampah sebagai pegangan agar tetap terapung. Setelah berhasil diselamatkan, dia langsung dibawa ke Pos TNI AL di Sendangbiru. Pencarian lanjutan dilakukan petugas, kemarin (9/7). Hasilnya, sekitar pukul 10.45 petugas bisa menemukan Ana Brieva Ramirez, 24, mahasiswi asing UB yang berasal dari Spanyol.

Baca Juga:  Ini Penyebab Suhu di Malang Dingin

Perempuan yang mengikuti program study exchange dari Universidad De Valladolid itu ditemukan di Pantai Bantol, Kecamatan Donomulyo. Dia juga dinyatakan selamat. ”Saat terseret ombak, Ana dalam kondisi sadar dan tidak panik, mungkin karena dia memang sudah mahir berselancar,” kata Bayu Jatmiko, Camat Bantur.

Saat kondisinya mulai membaik, Ana sedikit menceritakan perjuangannya bertahan. Bayu menjelaskan bila mahasiswi asal Spanyol sempat melihat Jana dan ketiga orang lainnya sebelum mereka terpisah. Ana sempat mencoba menepi tapi beberapa kali terbentur karang. Karena itu dia memutuskan bertahan di atas air karena ombak sedang tinggi. Namun, dia tidak sadar sudah terbawa arus cukup jauh.

”Jam berapa dia tidak ingat, lalu dia bisa mendekat ke garis pantai yang dia kira adalah pantai yang sama,” tambah Bayu. Ana tidak tahu bahwa dia sudah sampai di Kecamatan Donomulyo. Saat itu dia menggigil dan mengalami dehidrasi karena hanya menggunakan pakaian yang terbatas.

Baca Juga:  Warga Tlogomas Protes Keras Prostitusi Online

”Dia sempat tak sadarkan diri (saat tiba di pantai), dia terbangun saat ada cahaya matahari,” imbuhnya. Selang beberapa saat, dia bertemu dengan ibu-ibu yang lewat untuk mencari kayu. Setelah itu Ana diantarkan ke pos polisi terdekat dan dibawa kembali ke pos Pantai Jembatan Panjang.

Sampai sore kemarin, pencarian terhadap tiga korban lainnya masih dilakukan. Yang pertama yakni Jana Olivia. Sama dengan Ana, mahasiswi asal Swiss itu mengikuti program study exchange di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB).

Dua korban lainnya yakni Bayu dan Made Indra. Keduanya merupakan staf travel yang membawa rombongan mahasiswa UB. Seperti diketahui, total 29 mahasiswa FK UB yang ikut dalam rombongan ke Pantai Jembatan Panjang. Mereka tiba sejak Jumat lalu (7/7). (pri/by)

Sumber: Radar Malang

MALANG KABUPATEN – Pencarian lima korban yang terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Sabtu lalu (8/7) mulai membuahkan hasil. Dua orang ditemukan dalam kondisi selamat. Yang pertama yakni M. Ruspandi, 24, warga Desa Klagen, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Staf travel yang membawa rombongan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu ditemukan Sabtu (8/7) sore sekitar pukul 17.30. ”Dia terus terapung di tengah laut sampai petugas SAR di pantai selatan mengetahui keberadaannya. Sekitar 8 jam dia berada di atas air,” terang Kapolsek Bantur AKP Slamet Subagyo.

Pendik-sapaan akrab Ruspandi memanfaatkan kayu besar di tumpukan sampah sebagai pegangan agar tetap terapung. Setelah berhasil diselamatkan, dia langsung dibawa ke Pos TNI AL di Sendangbiru. Pencarian lanjutan dilakukan petugas, kemarin (9/7). Hasilnya, sekitar pukul 10.45 petugas bisa menemukan Ana Brieva Ramirez, 24, mahasiswi asing UB yang berasal dari Spanyol.

Baca Juga:  Hari Terakhir Libur Panjang, Volume Kendaraan di Batu Menurun

Perempuan yang mengikuti program study exchange dari Universidad De Valladolid itu ditemukan di Pantai Bantol, Kecamatan Donomulyo. Dia juga dinyatakan selamat. ”Saat terseret ombak, Ana dalam kondisi sadar dan tidak panik, mungkin karena dia memang sudah mahir berselancar,” kata Bayu Jatmiko, Camat Bantur.

Saat kondisinya mulai membaik, Ana sedikit menceritakan perjuangannya bertahan. Bayu menjelaskan bila mahasiswi asal Spanyol sempat melihat Jana dan ketiga orang lainnya sebelum mereka terpisah. Ana sempat mencoba menepi tapi beberapa kali terbentur karang. Karena itu dia memutuskan bertahan di atas air karena ombak sedang tinggi. Namun, dia tidak sadar sudah terbawa arus cukup jauh.

”Jam berapa dia tidak ingat, lalu dia bisa mendekat ke garis pantai yang dia kira adalah pantai yang sama,” tambah Bayu. Ana tidak tahu bahwa dia sudah sampai di Kecamatan Donomulyo. Saat itu dia menggigil dan mengalami dehidrasi karena hanya menggunakan pakaian yang terbatas.

Baca Juga:  Lupa Rem Tangan, Mercedes-Benz Terjun ke Selokan

”Dia sempat tak sadarkan diri (saat tiba di pantai), dia terbangun saat ada cahaya matahari,” imbuhnya. Selang beberapa saat, dia bertemu dengan ibu-ibu yang lewat untuk mencari kayu. Setelah itu Ana diantarkan ke pos polisi terdekat dan dibawa kembali ke pos Pantai Jembatan Panjang.

Sampai sore kemarin, pencarian terhadap tiga korban lainnya masih dilakukan. Yang pertama yakni Jana Olivia. Sama dengan Ana, mahasiswi asal Swiss itu mengikuti program study exchange di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB).

Dua korban lainnya yakni Bayu dan Made Indra. Keduanya merupakan staf travel yang membawa rombongan mahasiswa UB. Seperti diketahui, total 29 mahasiswa FK UB yang ikut dalam rombongan ke Pantai Jembatan Panjang. Mereka tiba sejak Jumat lalu (7/7). (pri/by)

Sumber: Radar Malang

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/