22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Tengkurap di Rel, Pria Mergosono Tertabrak KA

MALANG KOTA – Satu nyawa melayang di perlintasan kereta api KM 49 +8-9, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, kemarin (11/6), sekitar pukul 04.30. Korban teridentifikasi bernama Firdaus. Pria berusia 60 tahun itu merupakan warga Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sebelum tertabrak lokomotif KA, tubuh Firdaus sudah tampak tengkurap di atas rel. Kapolsek Blimbing Kompol Danang Yudanto menceritakan, peristiwa itu bermula ketika Kereta Api Brawijaya relasi Gambir-Malang melaju dari arah selatan atau Stasiun Malang Kotalama.

Mendekati KM 49 +8-9, masinis melihat ada pria dalam posisi tengkurap di atas rel. Pria itu mengenakan kaus berwarna biru muda dan sarung hijau dengan motif garis-garis hitam. ”Masinis sudah berupaya membunyikan semboyan 35 (suling lokomotif, red). Namun, karena posisi kereta semakin dekat, tabrakan tidak terhindarkan. Korban terseret sejauh 20 meter,” jelas mantan Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota itu.

Baca Juga:  Gudang Frozen Food Dua Lantai Terbakar di Karangploso Malang

Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang bertugas di KA tersebut langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Jodipan. Menjelang pukul 06.00, pihak kepolisian bersama sejumlah relawan mengevakuasi jenazah korban melalui Jalan Untung Suropati Selatan RW II, Kelurahan Kesatrian.

Danang menambahkan, meski dihantam lokomotif kereta api dan terseret 20 meter, tubuh korban tidak ada yang terpisah. Semuanya ditemukan di satu titik dengan banyak luka robek. Dia juga belum bisa memastikan apakah Firdaus sudah tak bernyawa sebelum ditabrak kereta api.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA). ”Tapi, dari informasi yang kami dapatkan beliau meninggalkan rumah sejak Sabtu malam,” terang Danang. Keluarga pun sudah melakukan pencarian karena yang bersangkutan pergi dalam kondisi mengeluh sesak napas.

Baca Juga:  Gunakan Diagram Pareto, Bantu UMKM Identifikasi Cacat Produksi

Sementara itu, Lurah Kesatrian Basuki Riawan menjelaskan, awalnya pria yang ditemukan di atas rel itu tidak dilengkapi identitas. Namun dia sudah memastikan bahwa pria itu bukan warganya. ”Kebetulan wilayah saya berbatasan dengan Kelurahan Polehan dan Kelurahan Jodipan. Yang pasti pria itu bukan warga Kelurahan Kesatrian,” terang Basuki sebelum identitas korban diketahui.

Menjelang pukul 17.00, salah seorang perempuan yang diperkirakan keluarga korban datang ke RSSA. Perempuan bernama Puput itu tampak berlari menuju kamar jenazah. Belakangan diketahui bahwa dia adalah anak bungsu korban. Saat memasuki kamar jenazah, Puput tak kuasa menahan tangis. Dia lantas berteriak memanggil bapaknya. Karena tak kuasa menahan sedih, perempuan itu jatuh tidak sadarkan diri. (mel/fat)

MALANG KOTA – Satu nyawa melayang di perlintasan kereta api KM 49 +8-9, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, kemarin (11/6), sekitar pukul 04.30. Korban teridentifikasi bernama Firdaus. Pria berusia 60 tahun itu merupakan warga Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sebelum tertabrak lokomotif KA, tubuh Firdaus sudah tampak tengkurap di atas rel. Kapolsek Blimbing Kompol Danang Yudanto menceritakan, peristiwa itu bermula ketika Kereta Api Brawijaya relasi Gambir-Malang melaju dari arah selatan atau Stasiun Malang Kotalama.

Mendekati KM 49 +8-9, masinis melihat ada pria dalam posisi tengkurap di atas rel. Pria itu mengenakan kaus berwarna biru muda dan sarung hijau dengan motif garis-garis hitam. ”Masinis sudah berupaya membunyikan semboyan 35 (suling lokomotif, red). Namun, karena posisi kereta semakin dekat, tabrakan tidak terhindarkan. Korban terseret sejauh 20 meter,” jelas mantan Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota itu.

Baca Juga:  Soal Proyek Cable Car di Kota Batu, Walhi Beri Catatan Kritis

Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang bertugas di KA tersebut langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Jodipan. Menjelang pukul 06.00, pihak kepolisian bersama sejumlah relawan mengevakuasi jenazah korban melalui Jalan Untung Suropati Selatan RW II, Kelurahan Kesatrian.

Danang menambahkan, meski dihantam lokomotif kereta api dan terseret 20 meter, tubuh korban tidak ada yang terpisah. Semuanya ditemukan di satu titik dengan banyak luka robek. Dia juga belum bisa memastikan apakah Firdaus sudah tak bernyawa sebelum ditabrak kereta api.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA). ”Tapi, dari informasi yang kami dapatkan beliau meninggalkan rumah sejak Sabtu malam,” terang Danang. Keluarga pun sudah melakukan pencarian karena yang bersangkutan pergi dalam kondisi mengeluh sesak napas.

Baca Juga:  Pemandian Metro Kepanjen Butuh Investor, Minat?

Sementara itu, Lurah Kesatrian Basuki Riawan menjelaskan, awalnya pria yang ditemukan di atas rel itu tidak dilengkapi identitas. Namun dia sudah memastikan bahwa pria itu bukan warganya. ”Kebetulan wilayah saya berbatasan dengan Kelurahan Polehan dan Kelurahan Jodipan. Yang pasti pria itu bukan warga Kelurahan Kesatrian,” terang Basuki sebelum identitas korban diketahui.

Menjelang pukul 17.00, salah seorang perempuan yang diperkirakan keluarga korban datang ke RSSA. Perempuan bernama Puput itu tampak berlari menuju kamar jenazah. Belakangan diketahui bahwa dia adalah anak bungsu korban. Saat memasuki kamar jenazah, Puput tak kuasa menahan tangis. Dia lantas berteriak memanggil bapaknya. Karena tak kuasa menahan sedih, perempuan itu jatuh tidak sadarkan diri. (mel/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/