22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Pikap Oleng, Pasutri dan Bayi Jadi Korban

MALANG KABUPATEN – Ayah, ibu, dan satu anak yang belum berusia satu tahun menjadi korban dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis, kemarin sore (11/6). Mereka adalah Slamet Riyadi, 50; Khoirul Ummah, 38; dan Muhammad Syarif Hidayatullah, 8 bulan. Ketiga korban berdomisili di Jalan Cakalang, RT 4, RW 10, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing.

Ketiganya yang menaiki motor Honda Revo bernopol N 4548 ABY diseruduk pikap Daihatsu Gran Max bernopol N 8315 EJ. Selain mereka, ada satu korban jiwa lagi. Yakni Nia Istiharoh, 29, warga Desa Kemiri, Kecamatan Jabung. Dia yang mengendarai motor Yamaha Fino juga ikut diseruduk pikap.

Total ada tiga motor yang terlibat dalam kecelakaan itu. Satu lagi yakni motor Honda Beat bernopol S 4240 ST. Pengemudinya yang bernama Zidny Nur Diana Islami dinyatakan selamat. Namun dia mengalami patah tulang kaki bagian kanan. ”Korban yang selamat masih dirawat di RSSA Malang,” kata Kasat Lantas Polres Malang AKP Agnis Juwita Manurung, saat meninjau di kamar jenazah RSSA Malang.

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, korban yang berdomisili di Jalan Cakalang, Kecamatan Blimbing meninggalkan empat orang anak. Yakni AB,3; MT,8; AH 10,; dan DZ,15. Saat melintas di lokasi kejadian, kabarnya korban sehabis pulang dari menjenguk salah satu anaknya di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Bululawang.

Baca Juga:  Warga Tlogomas Protes Keras Prostitusi Online

Untuk sementara, polisi menyebut bila kecelakaan maut itu disebabkan karena ada as roda pikap yang patah. Tepatnya yakni as roda di bagian kiri depan. Indikasi itu berasal dari pengakuan Didit, sopir pikap tersebut. ”Pada saat bersamaan (ketika as roda patah), ada tiga motor yang melaju dari arah berlawanan. Seluruhnya tertabrak Gran Max,” tambah Agnis.

Dia menyebut bila sopir pikap hanya mengalami luka ringan di bagian pelipis mata sebelah kanan. Itu disebabkan karena kena pecahan kaca mobil. ”Sopir pikap sudah kami bawa ke unit laka,” imbuhnya. Sementara korban luka patah kaki dibawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan.

Dony Prasetyo, salah satu warga di sekitar lokasi yang menjadi saksi mata menjelaskan, saat kejadian suasana jalan cukup lengang. ”Tapi memang sudah hujan dari tadi, jadi memang cukup licin (jalannya),” terang pria yang menjadi salah satu juru parkir di sana.

Berdasar pantauan wartawan koran ini di lapangan, tampak motor Honda Beat mengalami kerusakan paling parah. Bagian depan, samping, dan belakangnya hancur. Sementara Honda Revo, mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan. Akibat dihantam pikap, setir motor bergeser ke bagian tengah.

Baca Juga:  Menikmati Olahan Tuna Pedas dari Kedalaman 24 Km di Malang Selatan

Sedangkan Yamaha Fino mengalami kerusakan pada bagian depan saja. Hal serupa juga terjadi pada mobil pikap. Roda depan sebelah kiri sudah keluar. Body depan sebelah kanan juga penyok. Kaca depan sebelah kiri tampak retak, bekas hantaman ke sebuah pohon.

Banyaknya korban dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu cukup menyulitkan proses evakuasi. Indra S, salah satu relawan menyebut, ada lima unit ambulans yang diturunkan. ”Tadi yang korban anak masih bernapas (saat di ambulans),” terang dia.

Namun karena mengalami pendarahan pada bagian kepala, anak malang tersebut dinyatakan meninggal setelah tiba di IGD RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, sekitar pukul 15.48. Awalnya, polisi dan relawan tidak mengetahui identitas dari keluarga yang menjadi korban. Sebab tidak ada kartu identitas yang dibawa mereka. Hanya ada satu buah handphone di tas istri. Namun HP itu ikut rusak.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, seluruh jenazah tiba di RSSA sekitar pukul 16.30. Selanjutnya pukul 18.14 petugas Satlantas Polres Malang tiba di lokasi dengan membawa barang-barang milik keluarga yang menjadi korban. Polisi baru mengetahui identitas tiga korban yang masih satu keluarga sekitar pukul 20.20. (mel/pri/by)

MALANG KABUPATEN – Ayah, ibu, dan satu anak yang belum berusia satu tahun menjadi korban dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis, kemarin sore (11/6). Mereka adalah Slamet Riyadi, 50; Khoirul Ummah, 38; dan Muhammad Syarif Hidayatullah, 8 bulan. Ketiga korban berdomisili di Jalan Cakalang, RT 4, RW 10, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing.

Ketiganya yang menaiki motor Honda Revo bernopol N 4548 ABY diseruduk pikap Daihatsu Gran Max bernopol N 8315 EJ. Selain mereka, ada satu korban jiwa lagi. Yakni Nia Istiharoh, 29, warga Desa Kemiri, Kecamatan Jabung. Dia yang mengendarai motor Yamaha Fino juga ikut diseruduk pikap.

Total ada tiga motor yang terlibat dalam kecelakaan itu. Satu lagi yakni motor Honda Beat bernopol S 4240 ST. Pengemudinya yang bernama Zidny Nur Diana Islami dinyatakan selamat. Namun dia mengalami patah tulang kaki bagian kanan. ”Korban yang selamat masih dirawat di RSSA Malang,” kata Kasat Lantas Polres Malang AKP Agnis Juwita Manurung, saat meninjau di kamar jenazah RSSA Malang.

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, korban yang berdomisili di Jalan Cakalang, Kecamatan Blimbing meninggalkan empat orang anak. Yakni AB,3; MT,8; AH 10,; dan DZ,15. Saat melintas di lokasi kejadian, kabarnya korban sehabis pulang dari menjenguk salah satu anaknya di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Bululawang.

Baca Juga:  Pelaku Balap Liar Berani Start dari Depan Polresta

Untuk sementara, polisi menyebut bila kecelakaan maut itu disebabkan karena ada as roda pikap yang patah. Tepatnya yakni as roda di bagian kiri depan. Indikasi itu berasal dari pengakuan Didit, sopir pikap tersebut. ”Pada saat bersamaan (ketika as roda patah), ada tiga motor yang melaju dari arah berlawanan. Seluruhnya tertabrak Gran Max,” tambah Agnis.

Dia menyebut bila sopir pikap hanya mengalami luka ringan di bagian pelipis mata sebelah kanan. Itu disebabkan karena kena pecahan kaca mobil. ”Sopir pikap sudah kami bawa ke unit laka,” imbuhnya. Sementara korban luka patah kaki dibawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan.

Dony Prasetyo, salah satu warga di sekitar lokasi yang menjadi saksi mata menjelaskan, saat kejadian suasana jalan cukup lengang. ”Tapi memang sudah hujan dari tadi, jadi memang cukup licin (jalannya),” terang pria yang menjadi salah satu juru parkir di sana.

Berdasar pantauan wartawan koran ini di lapangan, tampak motor Honda Beat mengalami kerusakan paling parah. Bagian depan, samping, dan belakangnya hancur. Sementara Honda Revo, mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan. Akibat dihantam pikap, setir motor bergeser ke bagian tengah.

Baca Juga:  Aturan Diperlonggar, Optimis Target 5 Juta Wisatawan Terpenuhi

Sedangkan Yamaha Fino mengalami kerusakan pada bagian depan saja. Hal serupa juga terjadi pada mobil pikap. Roda depan sebelah kiri sudah keluar. Body depan sebelah kanan juga penyok. Kaca depan sebelah kiri tampak retak, bekas hantaman ke sebuah pohon.

Banyaknya korban dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu cukup menyulitkan proses evakuasi. Indra S, salah satu relawan menyebut, ada lima unit ambulans yang diturunkan. ”Tadi yang korban anak masih bernapas (saat di ambulans),” terang dia.

Namun karena mengalami pendarahan pada bagian kepala, anak malang tersebut dinyatakan meninggal setelah tiba di IGD RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, sekitar pukul 15.48. Awalnya, polisi dan relawan tidak mengetahui identitas dari keluarga yang menjadi korban. Sebab tidak ada kartu identitas yang dibawa mereka. Hanya ada satu buah handphone di tas istri. Namun HP itu ikut rusak.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, seluruh jenazah tiba di RSSA sekitar pukul 16.30. Selanjutnya pukul 18.14 petugas Satlantas Polres Malang tiba di lokasi dengan membawa barang-barang milik keluarga yang menjadi korban. Polisi baru mengetahui identitas tiga korban yang masih satu keluarga sekitar pukul 20.20. (mel/pri/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/