22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Tabung Gas Meledak, Gudang Bahan Spring Bed Terbakar

MALANG KOTA – Ledakan tabung gas diikuti kobaran api menghabiskan sebuah rumah besar di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, kemarin (8/6). Rumah itu tak hanya dijadikan tempat tinggal. Tapi juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan bahan pembuatan spring bed dan perabotan rumah tangga lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian pada pukul 08.30, asap hitam tampak sudah membubung tinggi. Diikuti kilatan api yang menjilat berbagai sisi bangunan. Di dalam halaman depan rumah terparkir dua truk yang tidak bisa dikeluarkan lantaran tidak ditemukan kuncinya.

Karena bangunan yang terbakar tergolong besar, jumlah mobil damkar yang dikerahkan cukup banyak. Yakni, tiga unit dari Kota Malang, tiga unit dari Kabupaten Malang, dan satu unit dari PT Bentoel.  Ada juga dua unit kendaraan penyalur air.

Tak ada kendala dalam proses pemadaman api. Akses jalan yang besar memudahkan tim pemadam menuju lokasi kejadian. Namun, karena barang-barang di dalam bangunan itu sangat mudah terbakar, api cepat membesar dan menghanguskan seluruh isinya. Seluruh titik api bisa dipadamkan sekitar pukul 12.30.

Baca Juga:  印度尼西亚雅加达国立大学中文系师生拜访玛琅孔院
LUDES: Foto udara menunjukkan seluruh bangunan di Jalan Esberg VI/02 hangus setelah terbakar sejak pukul 07.30 hingga pukul 12.00 kemarin. (MOKY USTMAN/RADAR MALANG)

Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa kebakaran terjadi sejak pukul 07.30. Bermula dari anak pemilik rumah yang bernama Stefanus Ricardo Murteja menyalakan kompor. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan yang diikuti munculnya api. Diduga ledakan itu terjadi akibat tabung gas yang bocor dan tersambar api.

Kakak Stefanus langsung keluar rumah untuk meminta bantuan warga. ”Stefanus mengalami luka di bagian lengan dan kaki. Setelah itu dia dibawa ke Rumah Sakit Hermina, kemudian dirujuk ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA),” ujar Nyoto.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Agus Subekti menambahkan, kebakaran itu menghanguskan area seluas 400 meter persegi. Api cepat menyebar karena di dalam bangunan terdapat bahan-bahan dari plastik. Beruntung api tidak menyebar ke bangunan-bangunan di sekitar rumah tersebut. ”Kerugian secara material diperkirakan Rp 1,5 miliar,” sebutnya.

Baca Juga:  Kecelakaan di Pakis Malang, Ini Kronologi yang Disusun Radar Malang

Salah satu saksi sekaligus pemilik Supermarket Tandon mengaku tidak terlalu detail awal terjadinya kebakaran. Namun pria bernama Fani itu sempat mendengar bunyi ledakan keras saat berada di samping rumahnya yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Karena khawatir, Fani bersama beberapa pegawainya keluar dari toko sembari mengeluarkan barang-barang penting, seperti kulkas ukuran besar.

”Saya sempat lihat api merembet ke bagian rumah lainnya. Lalu, pemadam datang dan yang saya tahu salah satu anak pemilik rumah dibawa ke rumah sakit,” kata Fani. Menurut dia, di kepala anak tersebut banyak plastik-plastik, tapi tak tampak luka serius.

Saat ditanya tentang identitas pemilik rumah, Fani mengatakan bahwa rumah tersebut milik pasangan Ida dan Soni Murteja. Namun selama ini hanya ditempati dua anak laki-laki mereka. ”Saya tahu karena waktu masih kecil mereka sering jajan di supermarket,” imbuh dia. (mel/fat)

MALANG KOTA – Ledakan tabung gas diikuti kobaran api menghabiskan sebuah rumah besar di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, kemarin (8/6). Rumah itu tak hanya dijadikan tempat tinggal. Tapi juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan bahan pembuatan spring bed dan perabotan rumah tangga lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian pada pukul 08.30, asap hitam tampak sudah membubung tinggi. Diikuti kilatan api yang menjilat berbagai sisi bangunan. Di dalam halaman depan rumah terparkir dua truk yang tidak bisa dikeluarkan lantaran tidak ditemukan kuncinya.

Karena bangunan yang terbakar tergolong besar, jumlah mobil damkar yang dikerahkan cukup banyak. Yakni, tiga unit dari Kota Malang, tiga unit dari Kabupaten Malang, dan satu unit dari PT Bentoel.  Ada juga dua unit kendaraan penyalur air.

Tak ada kendala dalam proses pemadaman api. Akses jalan yang besar memudahkan tim pemadam menuju lokasi kejadian. Namun, karena barang-barang di dalam bangunan itu sangat mudah terbakar, api cepat membesar dan menghanguskan seluruh isinya. Seluruh titik api bisa dipadamkan sekitar pukul 12.30.

Baca Juga:  Sinyal 51 Karyawan Bakal Dirumahkan
LUDES: Foto udara menunjukkan seluruh bangunan di Jalan Esberg VI/02 hangus setelah terbakar sejak pukul 07.30 hingga pukul 12.00 kemarin. (MOKY USTMAN/RADAR MALANG)

Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa kebakaran terjadi sejak pukul 07.30. Bermula dari anak pemilik rumah yang bernama Stefanus Ricardo Murteja menyalakan kompor. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan yang diikuti munculnya api. Diduga ledakan itu terjadi akibat tabung gas yang bocor dan tersambar api.

Kakak Stefanus langsung keluar rumah untuk meminta bantuan warga. ”Stefanus mengalami luka di bagian lengan dan kaki. Setelah itu dia dibawa ke Rumah Sakit Hermina, kemudian dirujuk ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA),” ujar Nyoto.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Agus Subekti menambahkan, kebakaran itu menghanguskan area seluas 400 meter persegi. Api cepat menyebar karena di dalam bangunan terdapat bahan-bahan dari plastik. Beruntung api tidak menyebar ke bangunan-bangunan di sekitar rumah tersebut. ”Kerugian secara material diperkirakan Rp 1,5 miliar,” sebutnya.

Baca Juga:  Hindari Paving di Tengah Jalan, Pasutri asal Blitar Tewas

Salah satu saksi sekaligus pemilik Supermarket Tandon mengaku tidak terlalu detail awal terjadinya kebakaran. Namun pria bernama Fani itu sempat mendengar bunyi ledakan keras saat berada di samping rumahnya yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Karena khawatir, Fani bersama beberapa pegawainya keluar dari toko sembari mengeluarkan barang-barang penting, seperti kulkas ukuran besar.

”Saya sempat lihat api merembet ke bagian rumah lainnya. Lalu, pemadam datang dan yang saya tahu salah satu anak pemilik rumah dibawa ke rumah sakit,” kata Fani. Menurut dia, di kepala anak tersebut banyak plastik-plastik, tapi tak tampak luka serius.

Saat ditanya tentang identitas pemilik rumah, Fani mengatakan bahwa rumah tersebut milik pasangan Ida dan Soni Murteja. Namun selama ini hanya ditempati dua anak laki-laki mereka. ”Saya tahu karena waktu masih kecil mereka sering jajan di supermarket,” imbuh dia. (mel/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/