22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Sinyal 51 Karyawan Bakal Dirumahkan

 

MALANG KOTA – Kebakaran yang terjadi Selasa lalu (2/5) turut berimbas pada puluhan karyawan di bawah manajemen Malang Plaza.

Indikasi itu disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang Widodo. ”Kalau dari informasi awal, ke depan ada 51 karyawan yang akan dirumahkan oleh pihak manajemen Malang Plaza,” kata dia, kemarin.

Dari data di tempatnya, diketahui bila Malang Plaza memiliki 51 karyawan aktif. Selain itu juga terdapat 29 karyawan non-aktif. Widodo menjamin bila jaminan hari tua (JHT) milik karyawan Malang Plaza tetap bisa dicairkan.

Sementara dari pihak tenant, dia mengaku belum ada laporan yang yang melakukan pencairan JHT. Terutama mereka yang mendaftarkan diri sebagai pekerja informal. ”Untuk para pelaku usaha dari pihak tenant sebenarnya bisa mencairkan juga. Asalkan terdaftar dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Widodo.

Jumlah karyawan atau pekerja yang terdampak kebakaran itu masih bisa bertambah. Sebab jumlah tersebut belum termasuk para pekerja di tiap tenant. Seperti diketahui, pendataan jumlah pekerja yang terdampak kebakaran masih dilakukan Pemkot Malang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin, tampak pengecekan di tiap tenant masih berlanjut. Mulai pukul 08.00, para pelaku usaha sudah memadati area depan Malang Plaza. Mereka mengantre sembari menunggu pendataan yang dilakukan manajemen Malang Plaza bersama BPBD Kota Malang.

Baca Juga:  Lepas Kendali, Hino Pengangkut Pasir Terguling

Selepas memeriksa tenant, sejumlah pelaku usaha hanya bisa tersenyum getir. Ada yang terduduk lemas dan menangis sembari mengecek barang-barang yang tersisa. Salah seorang pelaku usaha sempat sampai dipapah ke toko elektronik di seberang Malang Plaza karena lemas.

Ketegangan antara Keamanan dan Pelaku Usaha

Menjelang pukul 11.00 WIB, sempat terjadi ketegangan antara pihak keamanan Malang Plaza dan beberapa pelaku usaha.

Diduga ketegangan terjadi karena pelaku usaha merasa bingung dengan prosedur pengecekan tenant. Ditambah emosi pelaku usaha yang belum stabil pasca kebakaran. Salah seorang pedagang bernama Yusuf Effendi mengungkapkan, akibat kebakaran Selasa lalu (2/5), barang-barang di tenantnya banyak yang rusak. Yang tersisa seperti handphone second, handphone baru, dan handphone servis.

Kebetulan, dia masih memiliki brankas. Sementara barang-barang di etalase ludes tak bersisa. ”Tenant saya ada di lantai tiga. Kemungkinan kerugian saya mencapai Rp 150 juta,” kata Yusuf. Dia berharap, selepas peristiwa ini ada perhatian. Baik dari manajemen Malang Plaza maupun pemerintah.

Terlebih lagi, sudah 16 tahun dia berjualan di Malang Plaza. Dan, di sana merupakan lokasi satu-satunya dia berjualan. Dia tak memiliki cabang lain atau berjualan online. Yusuf juga belum punya pandangan bakal berjualan di mana untuk selanjutnya.

Baca Juga:  Pikap Oleng, Pasutri dan Bayi Jadi Korban

Disinggung terkait ketentuan perjanjian sewa dengan Malang Plaza, dia mengaku bila setiap bulan membayar Rp 1,5 juta. Saat ini, dia hanya memegang tiga dokumen. Meliputi bukti sewa, PBB, dan kuitansi.

”Cuma perjanjian sewa-nya sesuai nama penyewa konter masing-masing,” kata dia.

Selain Yusuf, ada Muhammad Sukri D. Saputro. Dia adalah salah satu pelukis yang memiliki tenant dan memamerkan karyanya di art center Malang Plaza lantai dua. Sukri sudah menunggu giliran untuk masuk ke mal sekitar pukul 10.00 WIB. Kepada koran ini, dia menyatakan tak kuasa berdiri karena lemas membayangkan lukisannya yang ludes di dalam. Dia akhirnya masuk didampingi dua penjaga keamanan Malang Plaza untuk memeriksa lukisan yang masih tersisa.

Selesai memeriksa tenant, Sukri berhasil mengumpulkan empat lukisan yang tersisa. Ukurannya berkisar antara 70 cm x 90 cm. Salah satu yang masih bagus adalah lukisan berjudul ’Berdendang di Pematang’. Menurut dia, lukisan tersebut masih bisa direstorasi. ”Ini masing-masing harganya sekitar Rp 3,5 juta dengan lukisan jenis souvenir. Yang 34 lukisan lainnya sudah ludes,” sebut dia.(mel/adk/by)

 

MALANG KOTA – Kebakaran yang terjadi Selasa lalu (2/5) turut berimbas pada puluhan karyawan di bawah manajemen Malang Plaza.

Indikasi itu disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang Widodo. ”Kalau dari informasi awal, ke depan ada 51 karyawan yang akan dirumahkan oleh pihak manajemen Malang Plaza,” kata dia, kemarin.

Dari data di tempatnya, diketahui bila Malang Plaza memiliki 51 karyawan aktif. Selain itu juga terdapat 29 karyawan non-aktif. Widodo menjamin bila jaminan hari tua (JHT) milik karyawan Malang Plaza tetap bisa dicairkan.

Sementara dari pihak tenant, dia mengaku belum ada laporan yang yang melakukan pencairan JHT. Terutama mereka yang mendaftarkan diri sebagai pekerja informal. ”Untuk para pelaku usaha dari pihak tenant sebenarnya bisa mencairkan juga. Asalkan terdaftar dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Widodo.

Jumlah karyawan atau pekerja yang terdampak kebakaran itu masih bisa bertambah. Sebab jumlah tersebut belum termasuk para pekerja di tiap tenant. Seperti diketahui, pendataan jumlah pekerja yang terdampak kebakaran masih dilakukan Pemkot Malang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin, tampak pengecekan di tiap tenant masih berlanjut. Mulai pukul 08.00, para pelaku usaha sudah memadati area depan Malang Plaza. Mereka mengantre sembari menunggu pendataan yang dilakukan manajemen Malang Plaza bersama BPBD Kota Malang.

Baca Juga:  Bayi, Lansia, dan Pejabat

Selepas memeriksa tenant, sejumlah pelaku usaha hanya bisa tersenyum getir. Ada yang terduduk lemas dan menangis sembari mengecek barang-barang yang tersisa. Salah seorang pelaku usaha sempat sampai dipapah ke toko elektronik di seberang Malang Plaza karena lemas.

Ketegangan antara Keamanan dan Pelaku Usaha

Menjelang pukul 11.00 WIB, sempat terjadi ketegangan antara pihak keamanan Malang Plaza dan beberapa pelaku usaha.

Diduga ketegangan terjadi karena pelaku usaha merasa bingung dengan prosedur pengecekan tenant. Ditambah emosi pelaku usaha yang belum stabil pasca kebakaran. Salah seorang pedagang bernama Yusuf Effendi mengungkapkan, akibat kebakaran Selasa lalu (2/5), barang-barang di tenantnya banyak yang rusak. Yang tersisa seperti handphone second, handphone baru, dan handphone servis.

Kebetulan, dia masih memiliki brankas. Sementara barang-barang di etalase ludes tak bersisa. ”Tenant saya ada di lantai tiga. Kemungkinan kerugian saya mencapai Rp 150 juta,” kata Yusuf. Dia berharap, selepas peristiwa ini ada perhatian. Baik dari manajemen Malang Plaza maupun pemerintah.

Terlebih lagi, sudah 16 tahun dia berjualan di Malang Plaza. Dan, di sana merupakan lokasi satu-satunya dia berjualan. Dia tak memiliki cabang lain atau berjualan online. Yusuf juga belum punya pandangan bakal berjualan di mana untuk selanjutnya.

Baca Juga:  Gudang Mebel Hangus, Rp 70 Juta Melayang

Disinggung terkait ketentuan perjanjian sewa dengan Malang Plaza, dia mengaku bila setiap bulan membayar Rp 1,5 juta. Saat ini, dia hanya memegang tiga dokumen. Meliputi bukti sewa, PBB, dan kuitansi.

”Cuma perjanjian sewa-nya sesuai nama penyewa konter masing-masing,” kata dia.

Selain Yusuf, ada Muhammad Sukri D. Saputro. Dia adalah salah satu pelukis yang memiliki tenant dan memamerkan karyanya di art center Malang Plaza lantai dua. Sukri sudah menunggu giliran untuk masuk ke mal sekitar pukul 10.00 WIB. Kepada koran ini, dia menyatakan tak kuasa berdiri karena lemas membayangkan lukisannya yang ludes di dalam. Dia akhirnya masuk didampingi dua penjaga keamanan Malang Plaza untuk memeriksa lukisan yang masih tersisa.

Selesai memeriksa tenant, Sukri berhasil mengumpulkan empat lukisan yang tersisa. Ukurannya berkisar antara 70 cm x 90 cm. Salah satu yang masih bagus adalah lukisan berjudul ’Berdendang di Pematang’. Menurut dia, lukisan tersebut masih bisa direstorasi. ”Ini masing-masing harganya sekitar Rp 3,5 juta dengan lukisan jenis souvenir. Yang 34 lukisan lainnya sudah ludes,” sebut dia.(mel/adk/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/