22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Tari Kolosal ala 200 Mahasiswi UM

MALANG KOTA – Sebanyak 200 mahasiswi Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik (PTSM) Universitas Negeri Malang (UM) unjuk kebolehan, kemarin (2/5). Mereka menyuguhkan tarian Nusantara secara kolosal. Pertunjukan itu untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 April lalu.

Dosen PTSM Departemen Seni dan Desain Fakultas Sastra UM Tri Wahyuningtyas mengatakan, pertunjukan tari kolosal merupakan produk mata kuliah, sehingga para mahasiswi tak kesulitan membawakan tarian tersebut. “Apalagi mereka juga sudah terbiasa tampil dalam berbagai kompetisi,” ucapnya.

Meski begitu, membawakan tari dengan jumlah penari yang banyak diakui membutuhkan strategi tampilan yang berbeda. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada kekompakan tarian yang dibawakan.

Baca Juga:  Rambu Copot, Ratusan Motor Terobos Flyover Kotalama Malang

Apalagi ratusan mahasiswi itu tidak hanya membawakan satu tarian. Selain tari kolosal Nusantara, juga ada tari jejer dari Jawa Timur, tari sonteng dari Jawa Barat, tari margapati dari Bali, dan tari zapin dari Sumatera.

Dia menyampaikan sebanyak 200 mahasiswi itu berasal dari berbagai angkatan. Mulai angkatan 2020 hingga 2022. Pertunjukan tari kolosal tak hanya ditampilkan pada upacara peringatan Hardiknas yang diselenggarakan di Stadion Cakrawala UM saja. Namun juga penampilan tari-tarian itu akan berlanjut ditampilkan di beberapa titik kampus UM. Misalnya di depan fakultas sastra, di depan gedung rektorat lama, dan di depan Rektorat UM yang baru.

Pantauan jawa pos radar malang, para penari juga ada yang berdandan ala hantu. Dengan luka seram di beberapa bagian tubuh. Seperti pipi dan leher. Pertunjukan tari itu menyedot banyak perhatian orang.

Baca Juga:  Lima Komoditas di Malang Picu Inflasi

Tri berharap acara tersebut bisa menjadi ajang prmosi prodi PTSM UM. Sebab, mata kuliah yang diajarkan benar-benar menghasilkan produk karya yang nyata. Yang bisa ditampilkan dan dinikmati banyak orang. “Kami di-support oleh alumni dalam kegiatan ini kegiatan ini,” pungkasnya. (dre/dan)

MALANG KOTA – Sebanyak 200 mahasiswi Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik (PTSM) Universitas Negeri Malang (UM) unjuk kebolehan, kemarin (2/5). Mereka menyuguhkan tarian Nusantara secara kolosal. Pertunjukan itu untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 April lalu.

Dosen PTSM Departemen Seni dan Desain Fakultas Sastra UM Tri Wahyuningtyas mengatakan, pertunjukan tari kolosal merupakan produk mata kuliah, sehingga para mahasiswi tak kesulitan membawakan tarian tersebut. “Apalagi mereka juga sudah terbiasa tampil dalam berbagai kompetisi,” ucapnya.

Meski begitu, membawakan tari dengan jumlah penari yang banyak diakui membutuhkan strategi tampilan yang berbeda. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada kekompakan tarian yang dibawakan.

Baca Juga:  Mahasiswa FMIPA UM Raih Perunggu di Ajang IMC 2021

Apalagi ratusan mahasiswi itu tidak hanya membawakan satu tarian. Selain tari kolosal Nusantara, juga ada tari jejer dari Jawa Timur, tari sonteng dari Jawa Barat, tari margapati dari Bali, dan tari zapin dari Sumatera.

Dia menyampaikan sebanyak 200 mahasiswi itu berasal dari berbagai angkatan. Mulai angkatan 2020 hingga 2022. Pertunjukan tari kolosal tak hanya ditampilkan pada upacara peringatan Hardiknas yang diselenggarakan di Stadion Cakrawala UM saja. Namun juga penampilan tari-tarian itu akan berlanjut ditampilkan di beberapa titik kampus UM. Misalnya di depan fakultas sastra, di depan gedung rektorat lama, dan di depan Rektorat UM yang baru.

Pantauan jawa pos radar malang, para penari juga ada yang berdandan ala hantu. Dengan luka seram di beberapa bagian tubuh. Seperti pipi dan leher. Pertunjukan tari itu menyedot banyak perhatian orang.

Baca Juga:  Tiga Nyawa Melayang di Lintasan KA Kacuk Malang, Organ Tercerai-berai

Tri berharap acara tersebut bisa menjadi ajang prmosi prodi PTSM UM. Sebab, mata kuliah yang diajarkan benar-benar menghasilkan produk karya yang nyata. Yang bisa ditampilkan dan dinikmati banyak orang. “Kami di-support oleh alumni dalam kegiatan ini kegiatan ini,” pungkasnya. (dre/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/