Peringati Hari Diabetes Sedunia, Warga Antusias Cek Gula di CFD

KOTA MALANG – Sejumlah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang tergabung dalam Medical Students’ Committee for International Affairs (MCIA) melakukan penyuluhan tentang bahaya diabetes kepada ratusan pengunjung Car Free Day jalan Ijen pada acara Prediction (Prevent Diabetes with Action), Minggu (17/11).

Penyuluhan diabetes sendiri mereka lakukan dalam rangka merayakan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November 2019 kemarin.

Terlihat sejak pagi jam 08.00 pagi ini ratusan pengunjung CFD tua dan mudah antri di stand yang berada di sebelah panggung senam Zumba CFD Jalan Ijen.

Dijelaskan Ketua Panitia Prediction, Andrew Ricardo Santosa, penyuluhan itu dimulai dari pengecekan gula darah kepada ratusan pengunjung.

“Jadi pengunjung ngambil nomor urut dulu, terus habis itu kami panggil kami lakukan pemeriksaan dari tinggi berat badan, tensi darah dan terakhir pengecakan gula darah dengan glukometer,” tuturnya.

Setelah dilakukan pengecakan dan mendapat hasil rekapan pengecekan, lanjut Andrew, jika pengunjung terindikasi memiliki penyakut diabetes dengan bukti, gula darahnya tinggi. “Maka kami arahkan ke dokter profesional yang juga ada di sini untuk berkonsultasi bagaimana cara mengkontrol gula darah dan merawatnya,” imbuhnya.

Jika sudah melakukan pengecekan gula darah, kata Andrew, pengunjung diarahkan untuk mengikuti senam diabetes. “Ya tujuannya biar sehat. Kan yang perlu dilakukan oleh para pengidap penyakit diabetes adalah bergerak nah disini senam bersama bisa jadi motivasi mereka,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya pengecakan diabetes gratis dan senam sehat yang dilakukannya hari ini, para pengunjung CFD jalan Ijen sadar terkait bahayanya penyakit diabetes. “Dan tahu bagaimana menjaga pola hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit diabetes,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Rimawati berujar dengan adanya pengecekan diabetes ini ia jadi sadar perlunya mengecek kadar gula.

“Tadi ngecek masih normal masih ditakaran 100-an mg/dl. Tapi jadi sadar memang perlu mengecek rutin soalnya kan siapa tahu nantinya saya gak sadar gula darah saya di atas batas karena ya makan saya agak karbo semua,” turur wanita berumur 29 tahun ini.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut, jika pengunjung ingin mendapat pengecekan asam urat dan kolestrol dikenai biaya Rp 10 ribu untuk asam urat dan Rp 20 ribu untuk kolestrol.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Judul: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia