Perempuan Lebih Memilih Sex Toys Karena Aman, Benarkah? Ini Penjelasannya

Vector seamless sex shop pattern

KOTA MALANG – Sex Toys kian banyak diedarkan di Kota Malang. Setidaknya itu bila melihat jumlah sex toys yang disita oleh Bea Cukai Jatim II. Dari 173 sex toys pada 2018 menjadi 190 sex toys pada 2019.

Dari penyitaan itu, terungkap bahwa pembeli barang pemuas hasrat seksual itu didominasi mahasiswa. Serta pekerja yang didominasi kaum perempuan.

Menanggapi fenomena ini, psikolog UIN Malang Fuji Astutik MPsi menduga bahwa sex toys menjadi pilihan aman bagi perempuan.

“Dia (perempuan) butuh sex sebagai kebutuhan dasar. Tapi mereka itu dituntut untuk menjauhi perilaku tabu (seks bebas). Ya jalan satu-satunya untuk mengeluarkan hasrat ya menggunakan sex toys. Kan ‘aman’ gak ada orang yang tahu,” papar Fuji.



Selain itu, PSK laki-laki juga tidak sebanyak PSK perempuan. Jadi, perempuan itu, di satu sisi juga kesulitan untuk mendapatkan PSK laki-laki.

“Apalagi, belum tentu juga PSK itu sehat secara jasmani. Jadi, Mereka lebih memilih menggunakan sex toys,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sex toys yang banyak beredar di pasaran adalah vibrator, silikon vagina, dildo.

Barang-barang itu banyak diimpor dari Tiongkok dan Hong Kong. Harganya bervariasi. Mulai dari Rp 220 ribu, hingga Rp 2,5 juta.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M