Perdamaian di Lapas Lowokwaru jadi Percontohan

MALANG KOTA – Natal memang sudah lama lewat. Tapi, rangkaian acaranya masih terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru Klas 1, Malang. Warga binaan di tempat tersebut, kemarin (16/1) pamer kerajinan seperti perahu kayu, kursi, lemari dan kasur.

Tak tanggung-tanggung, pameran tersebut kemarin dilihat langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur Dr Susy Sulistiawati. Pejabat cantik itu menyapa warga kristiani dalam rangkaian Natal Damai dalam tahanan.

Susy terlihat senang datang ke Lapas yang biasa dikenal dengan Lapas Lowokwaru itu. Kata dia, ibadah Natal dikemas dengan kegiatan yang ‘apik’ dari awal hingga akhir. Hal ini menurut dia bisa terjadi karena kekompakan warga binaan.

”Ini membuktikan adanya kesatuan dan kekompakan disini,” ujarnya kepada wartawan.

Susy menyebut, tema perdamaian yang diusung dalam Natal tersebut merupakan perwujudan dari kedamaian di Lapas Lowokwaru itu sendiri. Karena lanjutnya, dari struktur bangunan yang ada, gereja dan masjid yang berdekatan di Lapas tidak menjadi masalah bagi warga binaan.



”Saya kira di Jawa Timur, ini Lapas Malang bisa jadi percontohan. Beda agama boleh, tapi tetap damai,” terangnya.

Apalagi, Susy juga menyatakan bangga kepada warga binaan Lapas Lowokwaru. Itu karena dia melihat sejumlah hasil karya warga binaan saat dipajang dalam penyambutan Kakanwil Kemenkumham Jatim itu. Mulai dari kerajinan miniatur perahu kayu, kursi, lemari dan kasur.

”Dari mebel itu, saya sudah bisa melihat produktivitas warga lapas ini,” tuturnya.

Bahkan lagi-lagi dia menyatakan, warga binaan Lapas Klas 1 Malang bisa menjadi contoh untuk urusan produktivitas itu. Pasalnya, barang hasil karya warga binaan itu bisa memberi hasil secara finansial. Itu menandakan, katanya, warga binaan telah berhasil menemukan jati dirinya.

”Kami apresiasi ini. Dan kedepan harus lebih produktif lagi,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Fajrus Shiddiq