Percayalah, Kandang PSM Tak Angker Lagi

MALANG KOTA – Ujian berat dihadapi Arema FC di markas PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta hari ini (16/10). Anak asuh Milomir Seslija harus membuktikan jika bisa meraih kemenangan atas tim berjuluk Juku Eja itu.

Karena stadion itu bagi Arema tidak angker lagi. Tercatat sudah tiga kali Arema berhasil menang dari markas PSM. Pertama pada ajang ISL 2009, kedua TSC 2010, dan ISC A 2016.

Memang, rekor positif Arema di Makassar terjadi cukup lama: 2016. Namun, Milo meyakini, sukses serupa direngkuh hari ini. Modal kemenangan 2-0 atas PSM kala tampil di Stadion Kanjuruhan dua pekan lalu jadi alasan.

Dalam laga itu, anak asuhnya begitu dominan. Padahal prediksi banyak pihak, Arema yang akan keteteran. Tapi, fakta di lapangan justru sebaliknya. ”Saat ini kami lebih baik,” tegas Milo.

Modal Arema yang lain yakni masa recovery yang cukup panjang. Lebih dari sepekan. Ini membuatnya bisa menyiapkan anak asuhnya untuk laga di Makassar semakin baik.

Selain hal tersebut, kembalinya striker Dedik Setiawan di kuartet penyerangan juga menambah semakin pede (optimistis) Singo Edan. Milo yakin timnya menjadi tambah kuat daya gedornya dengan kembalinya si Drogba–julukan Dedik. ”Sebuah keuntungan untuk Arema FC. Lantaran, dia (Dedik) membuat serangan tim tambah bagus,” kata dia.

Sejauh ini gol-gol Arema FC memang bergantung kepada mereka yang menjadi kuartet lini depan yakni Makan Konate (11 gol), Dedik Setiawan (6 gol), dan Sylvano Comvalius (5 gol), dan Ricky Kayame (3 gol). Bermainnya mereka bersama juga dapat dibuktikan saat Arema FC menumbangkan PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu (2/10).

Lebih lanjut, bisa semakin kompletnya lini depan Singo Edan juga diakui mantan arsitek Madura United itu, menjadikan longgar pertahanan karena tidak bisa bermainnya Hamka Hamzah sedikit tertutupi. ”Karena menyerang lebih susah daripada bertahan,” tutur pelatih berlisensi A UEFA Pro itu.

Kendati skuad mulai komplet dan mental tim juga sedang bagus-bagusnya, Milo enggan anak asuhnya meremehkan Juku Eja. Dia menerangkan, tim asal Makassar tersebut bukanlah kesebelasan sembarangan. ”Makassar tim yang sangat bagus,” jelasnya.

Apalagi dia menambahkan, setelah dua kekalahan, calon lawannya hari ini itu akan mencari poin pengganti saat bermain di hadapan suporternya sendiri.

Bagi Arema FC sendiri berstatus sebagai tim tamu bukanlah hal yang mudah. Dalam perjalanannya, Singo Edan kerap terguling ketika harus bermain di kandang lawan. Tercatat, dari 20 laga telah dijalani mereka sudah kalah sebanyak 6 kali.

Dan hasil terbaik yang pernah diraih saat menjadi tim tamu adalah ketika menang 1-0 atas Semen Padang. Menanggapi hal tersebut, pelatih asal Bosnia itu mengaku pemain sudah membuang jauh catatan itu. ”Pertemuan kemarin sudah kami lupakan,” terangnya.

Pewarta : nr9
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib