Perbankan Disarankan Gaet Fintech untuk Garap Properti Buat Milenial

JawaPos.com – Perbankan disarankan bekerjasama dengan layanan keuangan digital atau financial technology peer to peer lending (fintech P2P). Kerjasama ini dinilai perlu untuk memberikan layanan kredit properti bagi generasi atau kaum millenial di tanah air.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan mayoritas milenial masuk dalam kategori pekerja sektor informal. Mereka terbentur SK gaji sehingga tidak bisa mengakses kredit properti.

“Melalui fintech, adanya credit scoring yang tidak hanya melihat sisi keuangan tapi behavior milenial belanja, sehingga bisa membuat rating dari credit scoring tersebut. Ini menjadi landasan bagi bank memberikan kredit properti,” kata Aviliani di Jakarta, Kamis (16/10).

Aviliani menambahkan, tidak sedikit milenial yang layak mendapatkan kredit properti (bankable). Namun karena tipikal milenial tidak suka bekerja di sektor formal sehingga tidak memiliki SK gaji.

“Sudah banyak milenial yang bankable. Tetapi masalahnya SK gaji ini landasan perbankan di dalam memberikan kredit properti. Itu masalahnya,” pungkas dia.

Hasil penelitian Alvara Research Center pada 2018 menunjukan memiliki rumah menempati posisi kedua dalam daftar prioritas generasi milenial di Indonesia dengan presentase 54,2 persen. Baik itu late millenial (20-27 tahun) dengan 56,7 persen dan early millenial (28-35 tahun) sebesar 51,5 persen.

Hal penelitian Alvara Research Center 2018 menunjukan 50,2 persen millenial yang belum memiliki rumah menginginkan membeli rumah secara kredit. Sementara 46,4 persen menjawab membeli dengan uang tunai.

“Millenial Indonesia menempatkan kepemilikan rumah sebagai salah satu prioritas di masa mendatang, jumlahnya 54,2 persen,” ungkap CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.