Perangi Cyber Bullying, Parlemen KorSel Ajukan ‘UU Sulli’

RADARMALANGID – Anggota parlemen Korea Selatan mengajukan Rancangan Undang-Undang ‘UU Sulli’ untuk memerangi serangan komentar jahat di media sosial. Melansir Soompi (17/10), rencana itu disampaikan beberapa hari setelah Sulli eks member f(x) meninggal dunia pada Senin (14/10).

Semasa hidup, Sulli kerap menerima komentar jahat dari warganet. Dalam siaran langsung terakhir sebelum meninggal, Sulli sempat mengatakan dirinya bukanlah orang jahat dan tak ada alasan yang membuatnya layak dicaci.

Melansir World Today, sekitar 100 organisasi seperti Budaya Global dan Solidaritas Seni, Federasi Serikat Buruh Korea dan Serikat Pegawai Pemerintah Korea serta lebih dari 200 artis yang pernah atau sedang menjadi ‘korban’ mendukung RUU tersebut.

Serupa, Asosiasi Manajemen Hiburan Korea (CEMA) mengatakan akan mengambil langkah tegas dalam memberantas kekerasan siber. Melalui keterangan tertulisnya, CEMA menyatakan hal itu dilakukan demi mencegah artis lain mengalami kejadian seperti Sulli.

“Serangan verbal dan komentar jahat telah tumbuh menjadi isu serius di masyarakat. Kami tak akan tinggal diam ketika teror di dunia maya melampaui batas seseorang dan menginjak martabat serta melukai orang lain,” tulis CEMA.

Terkait Sulli, mantan member f(x) tersebut pernah membatalkan tuntutannya setelah mengetahui pelaku komentar jahat terhadapnya merupakan seorang pelajar. Hal itu dilakukan sebab dirinya tak mau penyerangnya lulus dengan predikat pemberi komentar jahat di internet.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia