PEPC Kenalkan Proyek JTB Sinergi Jawa Pos

‘’Supaya proyek berikutnya lebih matang dari segi persiapan dan pelaksanaan proyek JTB,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Agus Supriyanto.

PGA and Relation Manager PEPC Kunadi mengatakan, pengenalan ini serangkaian acara setelah ditandatanganinya proyek EPC GPF antara PEPC dan PT Rekayasa Industri-Japan Gas Corporation – Japan Gas Indonesia pada 4 Desember 2017. Dan juga serah terima desain proyek JTB dari Ditjen Migas.

‘’Kami memohon doanya, semoga proyek Gas JTB ini, berjalan lancar tanpa ada kendala apapun,’’ ujarnya.

Lapangan JTB merupakan lapangan unitisasi antara Lapangan Jambaran yang masuk Wilayah WK Cepu dan Lapangan Tiung Biru masuk Wilayah WK Pertamina EP. Melalui surat Menteri ESDM pada 28 Februari 2013, bahwa Kementerian ESDM menyetujui unitisasi dari Lapangan Jambaran dan Tiung Biru dengan PEPC sebagai operator. 

Plan of development (POD) original pengembangan proyek gas terintegrasi lapangan JTB dan Cendana telah disetujui SKK Migas pada 13 Februari 2013. Dalam usaha optimalisasi proyek, operator mengajukan POD revisi hanya mengembangkan unitisasi Lapangan JTB tanpa Cendana. 

Terhadap usulan tersebut, SKK Migas menyetujui revisi POD pada 17 Agustus 2015. 

‘’Proyek Lapangan Gas JTB diperkirakan akan menyerap sekitar 6.000 calon tenaga kerja,” ucapnya.

Kunadi menambahkan, penyerapan tenaga kerja akan melalui prosedur resmi bekerja sama dengan Pemkab Bojonegoro, tanpa pungutan biaya.

Produksi gas dari Lapangan JTB diprediksi mencapai 315 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Di mana 172 mmscfd atau sekitar 54 persen dari total, telah diperjualbelikan kepada PLN untuk kepentingan pengadaan listrik negara. 

Sementara itu, PEPC juga menyerahkan 10 program kemasyarakatan kepada para pemanfaat dari desa dan instansi. Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan memberikan secara simbolis program kemasyarakatan disaksikan Bupati Bojonegoro, Suyoto. (fiq)

(bj/*/rij/bet/JPR)