Penyidik Bakal Panggil Guru Penampar Murid

Kasus guru menampar muridnya yang telah dilaporkan ke kantor polisi terus bergulir. Penyidik masih mempelajari pengaduan saksi korban. ”Kami masih mendalami pengaduan dari pelapor dulu,” kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto kemarin (28/10).

KOTA BATU – Kasus guru menampar muridnya yang telah dilaporkan ke kantor polisi terus bergulir. Penyidik masih mempelajari pengaduan saksi korban. ”Kami masih mendalami pengaduan dari pelapor dulu,” kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto kemarin (28/10).

Budi menyatakan, saat ini pihaknya mengarahkan korban untuk membuat laporan lantaran yang diterima petugas masih sebatas pengaduan. Selanjutnya, dari dasar laporan itu akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak yang terlibat dalam perkara tersebut. ”Pemanggilan terlapor harus ada dasar laporan polisi,” tegas dia

Seperti diberitakan, Yuliati, wali murid dari CKS, siswi SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, melaporkan seorang guru ke kantor polisi. Laporan itu terkait dengan dugaan penganiayaan terhadap CKS oleh guru berinisial AS.

Sebelum melaporkan perkara tersebut ke polisi, Yuliati telah diundang oleh pihak sekolah untuk mediasi. Saat itu, AS juga dihadirkan dan sudah meminta maaf. Namun, perkara tersebut terus dilanjutkan ke kantor polisi untuk memberikan efek jera.

Kejadian penamparan itu sebenarnya terjadi pada Rabu, 18 Oktober lalu, sekitar pukul 13.30. CKS kemudian memberitahukan tindakan AS ke ibunya pada 23 Oktober. Atas kejadian itu, Yuliati mempersoalkan ke sekolah. Hingga akhirnya digelar mediasi pada 25 Oktober.



Sementara itu, CKS mengaku ditampar saat bermain sepak bola bersama teman-teman sekolah. Saat dia bermain dengan teman satu kelasnya, dia didatangi gurunya kemudian ditampar berkali-kali. Tak hanya itu, dia juga diberi peringatan keras oleh gurunya. ”Kalau kamu mau menjadi anak punk, jangan sekolah di sini,” kata CKS menirukan ucapan gurunya.

Aksi pemukulan itu sebenarnya bukan kali pertama yang dialami CKS. Sebelumnya, dia juga pernah ditampar oleh guru yang sama pada Agustus lalu. Namun, saat itu CKS tidak melaporkan perbuatan AS ke orang tuanya. Atas kejadian itu, CKS merasa sakit hati. Dia sebenarnya sudah memaafkannya. Namun, keluarga bersikukuh melaporkan perbuatan AS ke polisi.

Kasatreskrim Polres Kota Batu AKP Daky Dzul Qornain menambahkan bahwa dirinya sudah menerjunkan anggota untuk melakukan investigasi di sekolah terkait. ”Kami sudah kirim beberapa anggota untuk melakukan investigasi pascamediasi,” kata dia.

Rencananya, sambung dia, pihaknya akan memanggil pihak pelapor untuk membuat surat laporan.

Pewarta : nr1
Penyunting : Ahmad Yahya
Copy Editor : Arief Rohman