Penyerapan APBD Rendah, DPRD DKI: SKPD Rugi Tidak Dapat TKD






JawaPos.com – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018 tengah dipantau oleh DPRD DKI Jakarta. Pasalnya, penyerapan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masih terbilang jauh dari target.





Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah sempat mendengar dari para Kepala Dinas (Kadis) kendala penyerapan adalah lelang pengadaan barang dan jasa. Namun Ida mempertanyakan hal tersebut, dia meyakini ada yang salah dengan perencanaan lelang.





“Ya kenapa lelang bermasalah? Sedangkan harusnya nggak ada masalah aman-aman saja Kan? Saya lihat ini karena kebanyakan perencanaan tidak sesuai, dengan yang disampaikan ke kami,” tuturnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (10/11).





Ida ingin melihat target yang dipasang oleh masing-masing Dinas dapat tercapai atau tidak. Pasalnya dia merasa aneh dengan tingkah para pejabat SKPD yang lamban dalam bekerja padahal sudah bertahun-tahun mengurusi hal yang sama. Terlebih jika penyerapan Rendah, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tidak dapat diperoleh.





“Kenapa jadi SKPD yang selalu bertahun-tahun ngurusin anggaran, juga menjadi bolot gitu loh. Kita lihat penyerapan anggaran sejauh mana, kalau tidak bukan kita yang rugi selain masyarakat, untuk program tidak terealisasi adalah Dinas sendiri, TKD nya mereka tidak akan dapatkan kan,” terang Ida.





Maka dari itu, Ida tengah mengajak rekan-rekannya di DPRD DKI Jakarta agar dapat cerman memilah program yang dilanjutkan atau diberhentikan. Agar tahun 2019, anggaran dapat terserap lebih baik dari tahun ini.






“Makanya perencanaan tahun depan kita dorong terus bener nggak nih anggarannya butuh segini, jangan lu butuh tapi nggak dipakai,” pungkasnya.






(rgm/JPC)