Penyaluran Kredit Wilayah Kerja OJK Malang Tumbuh 10.21 Persen

KOTA MALANG – Penyaluran kredit di wilayah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Malang, tumbuh di Agustus 2019 sebesar 10,21 persen (yoy). Agustus 2019, kredit yang tersalur Rp 49 triliun dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) Rp 68 triliun.

Berdasarkan data OJK, dari jumlah Rp 49 triliun tersebut, 44 persen diantaranya terserap untuk kredit modal kerja sebesar Rp 21 triliun. Kredit ini digunakan masyarakat di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Ini adalah bukti masyarakat cenderung meminjam untuk modal kerja daripada konsumsi atau kebutuhan pribadi,” kata Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuni di Hotel Bumi Surabaya, Senin (14/10).

Meski begitu, penyaluran kredit dirasa kurang maksimal karena dari DPK sebesar Rp 68 triliun, yang disalurkan Rp 49 triliun. “Artinya kan masih ada save Rp 19 triliun yang bisa digunakan untuk menyuntik UMKM,” tambahnya.

Meski jumlah perkreditan naik, namun diakui Sugiarto status NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet tetap stabil. Yakni berada pada angka 2,11 persen.

“NPL ini orang yang nunggak cicilan lebih 91 hari. Jumlahnya masih stabil,” imbuhnya.

Saat ini di wilayah OJK Malang, ada 132 lembaga pembiayaan yang di bawah legalitas dan pengawasan. Wilayah OJK Malang yakni meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Pewarta: Rida Ayu
Ilustrasi: dok JPRM
Penyunting: Fia