Penyakit Ringan Tidak Perlu Antibiotik

’’Untuk penyakit ringan yang bukan disebabkan oleh infeksi bakteri kan tidak perlu diberi antibiotika. Untuk infeksi yang disebabkan oleh virus kan cukup dengan berisitrahat, makan bergizi seimbang, vitamin dan obat penurun gejala saja,’’ papar Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, dr. Gatot Soegiarto Sp.PD, K-AI.

Jadi, Gatot mengimbau masyarakat supaya lebih bijaksana menggunakan antibiotik, membiarkan anak-anak bermain di luar rumah sesuai batas kewajarannya.

Karena bermain di alam akan memberikan kesempatan kuman untuk berinteraksi dan merangsang salah satu komponen sistem kekebalan tubuh untuk lebih kebal terhadap kuman, menyeimbangkan respon kekebalan tubuh sehingga potensi rhinitis alergi pun dapat diperkecil.

Untuk diketahui, bila salah satu orang tua anak mempunyai riwayat alergi, maka potensi anak menjadi alergi mencapai 40 persen. Namun bila kedua orang tua mempunyai riwayat alergi, maka kemungkinan anak terkena alergi bisa mencapai 80 persen.

Dan bila salah satu atau kedua orang tua mempunyai riwayat alergi, maka sebenarnya orang tua bisa mengantisipasi hal tersebut. Salah satu caranya yakni dengan pemberian ASI eksklusif minimal sampai bayi usia enam bulan.

’’Susu formula yang berasal dari olahan susu sapi itu adalah salah satu penyebab alergi. Saluran pencernaan bayi yang belum sepenuhnya sempurna mudah diterobos oleh alergen protein susu sapi, menjadikan bakat alergi si bayi makin cepat muncul,’’ tegasnya.

Namun, bila seseorang sudah terlanjur mengidap rhinitis atau penyakit alergi lainnya dan tidak kunjung sembuh dengan obat biasa, maka sekarang bisa diberikan imonoterapi untuk mengatasinya.(*)


(ina/JPC)