Pentingnya Kapasitas Internet Besar di Dalam Smart Home

JawaPos.com – Dengan internet, kini semua perangkat dapat terhubung, tak terkecuali rumah dengan berbagai teknologi Internet of Things (IoT). Rumah demikian sering disebut dengan smart home atau rumah pintar.

Chairman Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (ID-SIRTII), Richardus Eko Indrajit menyampaikan bahwa smart home membutuhkan kapasitas atau bandwidth data yang besar. Oleh karenanya, diperlukan infrastruktur dan penyediaan jaringan internet yang mumpuni.

“Ke depan trennya akan begitu. Rumah akan semakin canggih. TV canggih, speaker canggih, bahkan sampai kulkas pun canggih. Mau minta apa? Tinggal perintah,” ujarnya.

Richardus menyampaikan, saat ini teknologi rumah pintar dengan banyak perangkat yang terhubung sudah mulai diterapkan di negara-negara maju. Tiongkok, Jepang, Dubai dan beberapa negara Eropa di katakan sudah memulai era smart home.

Dengan internet, rumah pintar juga disebutnya tak hanya praktis dan memudahkan penggunanya. Lebih jauh, rumah pintar juga lebih efisien dalam penggunaan energi, lebih aman karena perangkat yang terhubung dengan otentikasi biometrik tertentu dan juga dari dapat membantu di bidang kesehatan.

“Misalnya rumah dipasangi CCTV, nanti bukan tidak mungkin akan terkoneksi ke pihak keamanan atau bahkan ke kepolisian. Rumah lebih aman karena hanya bisa dimasuki yang punya lewat pengenalan wajah atau suara,” imbuhnya.

Bahkan nanti, masih kata Richardus, ada teknologi CCTV yang terkoneksi ke pusat kesehatan misalnya rumah sakit. CCTV tersebut memiliki teknik yang dapat mengetahui mana orang yang jatuh karena terpeleset, mana orang yang jatuh karena serangan jantung atau penyakit lain seperti stroke. Sehingga, rumah demikian lebih aman bagi lansia atau orang tua yang hidup sendiri.

Masih soal smart home, menurutnya, pengguna juga bisa mengatur efisiensi penggunaan listrik. Dengan basis data yang sinkron ke cloud dan sistem lainnya, rumah bisa mempelajari pola penggunaan listrik dan alat rumah tangga lainnya seperti lampu atau pendingin ruangan untuk digunakan sesuai kebutuhan saja.

“Rumah-rumah demikian di Indonesia akan segera hadir. Makanya dari infrastruktur jaringan kita harus siap-siap. Nggak bisa kalau internetnya lambat. Harus yang cepat,” lanjutnya.