Pensiunan Polisi Ini Ajak Siswa SMA ‘Hidup Susah’ di Tempat Pembuangan Sampah

KOTA MALANG – Semasa aktif menjadi polisi, Bripka (purn) Seladi dikenal lantaran ‘profesi gandanya’ sebagai pemulung. Selepas pensiun pun, aktivitas bergelut dengan sampah tetap ia lakoni.

Bahkan, pagi tadi (7/1), Seladi mengajak 30 siswa SMA dari Jogja memulung sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Lowokdoro.

“Anak-anak ini dari Jogja. Datang kemarin (Senin) dan bakal tinggal disini sampai Jumat (10/1). Jumlahnya ada 30 siswa, laki-laki semua,” ujar Seladi.

Dengan sabar, Seladi menjelaskan kepada siswa tentang bagaimana cara memilah sampah. Yakni antara sampah yang masih memiliki nilai ekonomis (bisa dijual) dengan yang tidak.

Selain itu, Seladi juga mengajak siswa untuk melihat masyarakat yang hidupnya bergantung dari sampah.

“Biar mereka tahu kehidupan rakyat kecil. Di sini mereka nggak bawa hape, nggak bawa uang juga. Jadi mereka tinggal di sekitar sini, ada 3 titik. Merasakan tidur beralas karpet dan makan seadanya,” cerita bapak yang punya 3 anak itu.

Selain memilah sampah, para siswa juga diarahkan memulung sampah di sekitar lokasi TPA Lowokndaru. Kegiatan ini pun rutin dilakukan sejak pukul 08.00 pagi dan berakhir di pemilahan pada pukul 16.00.

“Biar mereka mentalnya kuat dan kalau sudah dewasa jadi pejabat nggak tinggi hati. Mau melihat ke bawah,” imbuh pria berusia 60 tahun tersebut.

Setelah melakukan pekerjaannya sebagai pemulung, para siswa pun diperkenankan istirahat. Namun dengan catatan tak boleh meninggalkan lokasi. Mereka bakal beristirahat lagi dengan suasana ‘hidup susah’.

Dari agenda ini, Seladi mengungkapkan ada 3 hal yang bisa jadi pelajaran bagi para siswa. Yakni kejujuran, kesederhanaan dan kedisiplinan. “Ya saya berharap mereka nanti waktu gede peduli orang kecil lah pokoknya,” tandas dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu

Editor : Indra M