Penjualan Uang Langgar Undang-undang

MALANG KOTA – Penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Gedung Sarinah Plaza hingga sekitaran Alun-Alun Kota Malang pada Rabu (7/6) kemarin oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengundang banyak tanya.

Pasalnya, PKL yang melakukan penjualan uang ini tidak hanya dianggap menganggu ketertiban umum tapi juga telah menyalahi undang-undang karena telah melakukan penjualan uang.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Malang, Dul Rajak dengan jelas mengatakan bahwa penjualan uang itu terlarang. “Penjualan uang itu melanggar undang-undang, namun yang berhak menindak pelanggaran undang-undang adalah kepolisian, kita menindak berdasarkan ketertibannya,” jelasnya, saat Radar Malang Online menemuinya di ruang kerjanya.

Lebih jauh, Dul Rajak memaparkan bahwa untuk menangani kasus ini diperlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat yaitu BI sebagai poros sirkulasi uang, kepolisian dan Satpol PP yang menyidik dan mengamankan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, masyarakat termasuk di dalamnya PKL perlu pembinaan dan sosialisasi terkait hal ini,” pungkas laki-laki berkumis itu.



Sementara itu, Kabag Humas Polresta Malang, AKP Widiani R menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada laporan yang masuk terkait tentang penjualan uang palsu menjelang Hari Raya.

Pewarta: Firda Febriana
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Firda Febriana