Penipuan Modus Rekrutmen PPPK, BKD Arahkan Korban Lapor Polisi

JawaPos.com – Seorang pria berinisial FR diduga telah melakukan penipuan dengan modus rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia bahkan mengaku sebagai anggota Bada Kepegawaian Daerah (BKD) Riau dan dapat meluluskan korbannya dengan syarat sejumlah uang.

Hal ini membuat gerah BKD Riau. Sebab, Kepala BKD Riau Ikhwan Ridwan membantah mengeluarkan kebijakan tersebut. Apalagi rekrutmen dengan sejumlah uang. Saat ini, proses rekrutmen untuk PPPK sudah sangat transparan. Karena penerimaannya sudah menggunakan sistem online.


“Untuk penerimaan pegawai, saat ini sudah dikelola BKD pusat. Jadi tidak benar, kita ada membuka penerimaan pegawai. Apalagi dengan membawa-bawa mengatasnamakan BKD Riau,” tegasnya, Jumat (15/3).

Ridwan mengatakan, beberapa orang korban sudah datang ke BKD Riau untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Tentunya, dengan tegas dia menyebut kalau itu adalah penipuan.

Dia pun mengarahkan agar mereka yang merasa menjadi korban untuk melapor saja ke pihak kepolisian. “Kita arahkan ke melapor ke Polisi,” sebutnya.

Atas peristiwa ini, Ikhwan Ridwan mengimbau, agar masyarakat tidak mudah percaya modus serupa dengan mengiming-imingi bisa di masukkan menjadi pegawai.

Setidaknya, ada sekitar 7 korban di Pekanbaru. 5 di antaranya merupakan guru dari SMKN 1 Pekanbaru. Sedangkan dua lainnya guru SMAN 12 Pekanbaru dan guru di SMA Rengat.

Salah seorang guru di SMKN 1 Pekanbaru yang termakan bujuk rayu korban, ternyata telah mentrasfer kepada pelaku pertama Rp 4 juta dengan alasan untuk kelulusan.

Selanjutnya, kedua kalinya sempat meminta kembali transfer Rp 5 juta dengan alasan untuk biaya administrasi orang pusat pusat. Setelah sadar jadi korban penipuan, kemudian mereka langsung kroscek ke BKD Riau.

Informasi yang didapat, ternyata tidak ada pengurus untuk menjadi P3K. Para korban adalah pegawai tidak tetap. Korban melapor ke BKP Riau, Jumat lalu.

Editor           : Budi Warsito

Reporter      : Virda Elisya